Melarat di Pulau Surga

Keluarga Kadek Ardi di Kintatamani Terpaksa Tinggal di Rumah Bocor

Rumah yang mereka tempati hanyalah gubuk berdinding gedek, dan atapnya sudah ada yang bocor.

Keluarga Kadek Ardi di Kintatamani Terpaksa Tinggal di Rumah Bocor
istimewa
Keluarga Kadek Ardi di Desa Abangbatudingding, Kintamani, Bangli, Bali, dapat bantuan Gubernur Bali, Senin (4/4/2016). 

TRIBUN-BALI.com, BANGLI - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengutus tim Biro Humas Setda Provinsi Bali untuk meninjau ke kediaman keluarga Kadek Ardi di Desa Abangbatudingding, Kintamani, Bangli, Bali, Senin (4/4/2016).

Gubernur merasa prihatin dengan kondisi pasangan suami istri Kadek Adi dan Kornang Menuh, beserta 5 orang buah hatinya, yakni Ni Luh Juita Asih (14), I Kadek Arta (11), Ni Komang Ratnaningsih (9), Ni Ketut Kariani (7), dan I Wayan Oktaviana (3), yang harus bertahan hidup dengan numpang tidur di rumah orangtuanya yang tidak layak huni sejak empat tahun lalu.

Dari pemantauan di lapangan, rumah yang ditempati Kadek beserta 8 anggota keluarganya kondisinya sangat tidak memadai.

Rumah yang mereka tempati hanyalah gubuk berdinding gedek, dan atapnya sudah ada yang bocor.

Selain digunakan sebagai tempat tinggal, gubuk tersebut juga difungsikan sebagai dapur, dan semua kegiatan sehari-hari keluaraga tersebut juga dilakukan di gubuk itu.

“Kami tidur tak nyaman di gubuk, tetapi apa boleh buat kami tidak mampu,” tuturnya sedih.

Untuk mengisi kebutuhan sehari-hari, Kadek hanya menggantungkan hidupnya sebagai buruh serabutan, dengan penghasilan sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per hari, dan itu pun kalau ada pekerjaan.

Sebagai tambahan, istrinya juga turut membantu mencari rezeki sebagai buruh cangkul yang juga musiman, tergantung ada atau tidaknya orang yang memerlukan tenaganya, dengan upah Rp 20 ribu per hari.

Karena terbentur biaya, 2 orang anaknya yakni Ni Luh Juita Asih (14) dan Ni Komang Ratnaningsih (9), turut menjadi korban harus putus sekolah, yang seharusnya bisa mengenyam pendidikan wajib belajar 9 tahun.

"Tiang (saya) nggak mampu apa-apa dengan kondisi seperti ini, walaupun sudah berusaha kerja keras, namun hasilnya hanya cukup untuk urusan perut saja. Untuk bangun rumah, di mana tiang harus cari biaya," imbuhnya pasrah.

Halaman
12
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved