Pengacara Ini Kecewa Dengan Kliennya, Seperti Air Susu Dibalas Kopi Sianida

Ia merasa ditipu pasangan suami istri petani cengkeh itu saat mendampingi keduanya sebagai kuasa hukum

Pengacara Ini Kecewa Dengan Kliennya, Seperti Air Susu Dibalas Kopi Sianida
net
Ilustasi waspada penipuan

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang pengacara, Gede Harja Astawa asal Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali melaporkan pasangan suami istri, NHS (30) dan KYK (31) asal Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng ke Polres Buleleng, Sabtu (2/4/2016).

Ia merasa ditipu pasangan suami istri petani cengkeh itu saat mendampingi keduanya sebagai kuasa hukum .

Astawa mengatakan, pasutri petani cengkeh itu sebelumnya terlibat kasus penggelapan atas penjualan cengkeh milik Dewa PES dua tahun lalu.

Ia kemudian meminta bantuan Astawa untuk menjadi kuasa hukumnya.

Ketika itu pasutri sempat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Singaraja atas kasusnya tersebut.

Atas pembelaan Astawa, keduanya bisa keluar dari LP dengan berstatus sebagai tahanan kota.

Bahkan selanjutnya keduanya berhasil lolos dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Para terlapor saat masih mendekam di LP Singaraja meminta bantuan hukum melalui keluarganya kepada saya. Sejak itu saya tangani perkaranya dan posisi saya sebagai penasihat hukumnya,” katanya, Senin (4/4/2016).

Keduanya lantas berjanji akan memberikan sejumlah uang sebagai imbalan atas jasa pembelaan hukum kepada Astawa.

Imbalan itu kemudian diterima Astawa pada 25 Mei 2015 melalui cek.

Saat akan dicairkan melalui bank, cek itu ternyata tidak bisa dicairkan. Alasannya karena cek tersebut kosong.

“Saya berulang kali konfirmasi dan menunggu itikad baik dari para terlapor. Diberikan empat nomor kontak telepon untuk menghubungi keduanya tapi tak satupun nomornya yang aktif. Seperti pepatah bilang, ini mirip dengan air susu dibalas dengan kopi sianida,” ungkapnya.

Kanit I Reskrim Polres Buleleng, Iptu Picah Armedi mengaku jika pihaknya sudah menerima laporan kasus penipuan cek kosong tersebut.

Kini pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi-saksi dan alat bukti.

“Sudah kami terima laporannya. Sekarang sedang dalam tahap pemanggilan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti,” katanya. (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved