Wagub Bali Ingatkan Jangan Terjadi Kecurangan UN

Panitia pelaksana ujian serta pengawas ujian dapat bersikap tegas apabila terjadi suatu tindakan yang diluar aturan ujian nasional.

Wagub Bali Ingatkan Jangan Terjadi Kecurangan UN
Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat sidak UN di beberapa sekolah di Denpasar, Bali, Senin (4/4/2016). 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta didampingi oleh Inspektur Provinsi Bali, Ketut Teneng, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provisi Bali, Tia Kusuma Wardani, terjun langsung memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 7 dan SMA Negeri 3 Denpasar, Senin (4/4/2016) yang juga serentak dilaksanakan di seluruh SMA/SMK se-Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sudikerta menilai pelaksanaan ujian pada dua sekolah tersebut telah berjalan dengan lancar.

Pelaksanaan |UN di SMA Negeri 7 Denpasar yang yang masih menggunakan sistem Paper Based Test (PBT) atau ujian nasional berbasis kertas sudah berjalan lancar, baik dari teknis kerahasian soal, kelengkapan soal, sistem pengawasan di kelas serta teknis panitia dalam mengatur komposisi tempat duduk siswa pada ruang kelas ujian.

Sudikerta menyambut posiitif penerapan sistem ujian tertutup, di mana selain peserta ujian dan pengawas dilarang masuk ke dalam kelas dapat menghindari terjadinya kecurangan-kecurangan.

Sudikerta, juga berpesan agar panitia pelaksana ujian serta pengawas ujian dapat bersikap tegas apabila terjadi suatu tindakan yang diluar aturan ujian nasional.

Seusai meninjau SMA Negeri & Denpasar, Wagub Sudikerta berserta rombongan juga meninjau SMA Negeri 3 Denpasar, yang merupakan salah satu sekolah yang menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT.

Dalam pemantauannya, Sudikerta melihat pelaksanan UNBK telah berjalan dengan lancar, baik dari ketertiban yang terpantau di dalam kelas maupun dari kemampuan siswa dalam menggunakan komputer.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali ke depannya akan terus mendorong sekolah-sekolah yang ada di Bali, untuk menggunakan sistem CBT karena dinilai sangat efisien dan efektif untuk menghindari kebocoran soal.

Dengan menggunakan sistem komputer, soal-soal ujian dalam CBT berupa perangkat lunak (software) harus diunduh pihak sekolah sehari sebelum soal diujikan.

“Setelah berhasil, software CBT dikunci hingga keesokan harinya, tepat saat jam ujian dimulai. Saat jam ujian dimulai, siswa diwajibkan mengambil password ke guru pengawas. Password itu hanya berlaku sebentar. Jika siswa terlambat memasukan password ke dalam software yang sudah siap, maka status password kedaluwarsa dan siswa harus meminta password baru,” jelasnya di hadapan awak media.

Sudikerta juga menjelaskan bahwa, sistem CBT sangat mengandalkan daya listrik untuk menjamin komputer yang dipakai ujian para siswa.

Dan software CBT bekerja secara otomatis menyimpan jawaban ujian saat listrik turun, sehingga peserta tidak perlu khawatir mengulang proses pengerjaan soal.

Untuk itu, ia berharap sekolah-sekolah yang menggunakan sistem tersebut harus memastikan kesiapan teknis seperti daya listrik, kelengkapan komputer, kesiaptan sofware CBT serta kesiapan siswa dalam mengaplikasikan sistem tersebut.

Sehingga pada saat ujian dapat berjalan dengan tertib dan lancar. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved