Dugaan Proposal Dana Hibah Fiktif, Unit Tipikor Panggil Head Teller BPD Klungkung

Penyidik Unit Tipikor Polres Klungkung, Bali, Selasa (5/4/2016) terus bekerja untuk menyelesaikan kasus dugaan proposal dana hibah fiktif pembangunan

Dugaan Proposal Dana Hibah Fiktif, Unit Tipikor Panggil Head Teller BPD Klungkung
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Lima warga dusun Anjingan, Getakan dimintai keterangan di Unit III Tipikor Polres Klungkung, Bali, Jumat (11/3/2016) karena nama mereka tercantum di dugaan proposal fiktif dana hibah pembangunan merajan Arya Sri Kresna Kepakisan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Penyidik Unit Tipikor Polres Klungkung, Bali, Selasa (5/4/2016) terus bekerja untuk menyelesaikan kasus dugaan proposal dana hibah fiktif pembangunan merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di dusun Anjingan, Desa Getakan, Klungkung yang melibatkan I Ketut Krisnia Adiputra, Putra Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Kicen Adnyana.

"Kami sejak  Senin (4/4/2016) terus melakukan koordinasi dengan pihak BPD (Bank Pembangunan Daerah) Klungkung prihal pencairan dana hibah melalui rekening panitia pembangunan Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan," Ujar Kanit Tipikor Polres Klungkung, IPDA Nengah Sulatra, Selasa (5/4/2016).

Minggu (29/3/2016) lalu, penyidik Unit Tipikor Polres Klungkung bahkan telah memanggil head teller BPD Klungkung, Ni Gusti Raiyani SE untuk dimintai keterangan.

Gusti Raiyani ketika itu dicecar sekitar 25 pertanyaan oleh penyidik Unit Tipikor seputar pencairan dan penarikan dana hibah bansos senilai 200 Juta tersebut.

"Penarikan dana hibah tersebut dilakukan sekali, yaitu pada tanggal 24 april 2015," terang IPDA Nengah Sulatra. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved