Syarat Urus Sertifikat Tanah dari Kelurahan akan Dihapus

Nantinya persyaratan ini akan dihapus BPN karena seringkali kepengurusannya memakan waktu lama.

Syarat Urus Sertifikat Tanah dari Kelurahan akan Dihapus
kompas.com
Ilustrasi sertifikat tanah 

TRIBUN-BALI.COM - Salah satu syarat dalam mengurus sertifikat tanah ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) adalah Surat Kepemilikan Tanah (SKT).

SKT ini dikeluarkan oleh kelurahan setempat.

Menurut Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan, nantinya persyaratan ini akan dihapus BPN karena seringkali kepengurusannya memakan waktu lama.

"Kita tidak akan biarkan pihak desa/kelurahan berlama-lama menahan (SKT). Surat keterangan apapun dari desa itu bukan sesuatu untuk menghambat," ujar Ferry di Garut, Jawa Barat, Rabu (13/4/2016).

Ia mengatakan, jika masyarakat tidak bisa mendapatkan SKT dalam mengurus sertifikat di BPN, maka pemerintah akan proaktif dalam melakukan proses pengecekan.

Dengan demikian, masyarakat dan BPN tidak perlu menunggu terbitnya SKT dari kelurahan.

Dalam hal ini, Kementerian ATR/BPN 'jemput bola' ke masyarakat itu sendiri sehingga tidak ada hambatan.

"SKT itu sebetulnya menegaskan riwayat tanah. Kalau tidak ada, kita (pemerintah) proaktif. Pejabat kelurahan juga sering diangkatnya bukan daerah itu, bagaimana dia tahu riwayat tanah?" jelas Ferry.

Ia menambahkan, pejabat lurah yang diangkat dan bukan dari daerah tersebut, paling sering berlaku di perkotaan.

Untuk itu, SKT di perkotaan seharusnya tidak dibutuhkan lagi menjadi syarat mengurus sertifikat tanah. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved