Kesulitan Tanaman untuk Upacara Yadnya? Kebun Raya Bedugul Punya 213 Jenis

“Sebulan sekali ada saja yang mencari tanaman untuk yadnya,” terangnya.

Kesulitan Tanaman untuk Upacara Yadnya? Kebun Raya Bedugul Punya 213 Jenis
Tribun Bali/I Made Argawa
Suendra sedang berada di depan bangunan taman yadnya kebun raya eka karya bedugul. Masyarakat umum bisa mendapatkan tanaman yadnya di tempat tersebut dengan membawa surat pengantar dari adatnya. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Kebun Raya Eka Karya Bedugul Bali memiliki sebuah taman yang khusus menjadi  konservasi tanaman yadnya atau untuk upacara masyarakat Hindu di Bali.

Kebun yang luasnya sekitar tiga hektare itu dikembangkan sejak tahun 1995 dan baru pada tahun 2015 menyelesaikan bangunan yang berada di tengah areal taman.

Staf jasa dan informasi Kebun Raya Eka Karya Bali, I Nyoman Suendra menyebutkan ada sekitar 213 jenis tanaman yadnya yang ada di taman yang luasnya sekitar empat hektare itu.

“Ada sekitar 213 jenis tanaman yadnya, di antaranya pohon andong, pisang hitam, cemara geseng dan bambu kuning. Masyarakat bisa meminta ke sini bagi yang sulit mendapatkan bahan upacara,” katanya, Senin (25/4/2016).

Dia menyebutkan, untuk meminta tanaman yadnya di taman tersebut bisa mengajukan surat ke bagian informasi Kebun Raya Eka Karya Bali.

Dia menyebutkan, beberapa waktu lalu ada panitia karya dari Pura Besakih meminta beberapa bagian tanaman yang digunakan untuk yadnya.

“Jika perorangan bisa membawa rekomendasi dari adat setempat, agar kami ada data untuk catatan,” jelas prian 51 tahun itu.

Sementara untuk saat ini, yang paling banyak mencari pohon atau tanaman yadnya hanya dari sekitar wilayah kebun raya, misalkan dari Desa Candi Kuning, Desa Panca Sari dan Desa Batunya.

“Sebulan sekali ada saja yang mencari tanaman untuk yadnya,” terangnya.

Sementara untuk penambahan tanaman yadnya, pria asal desa Candi Kuning itu mengatakan jika perlu untuk menambah jenis umbi-umbian dan temu-temuan.

Sementara secara umum kebun Raya Eka Karya yang luasnya 157,5 hektar selalu melakukan eksplorasi ke wilayah hutan dataran tinggi di beberapa pulau seperti Sumba dan Kalimantan.

“Untuk penambahan secara umum ada tim khusus eksplorasi yang melakukan penelitian ke hutan-hutan dataran tinggi setiap tahunnya,” jelasnya.

Selain itu, Suendra mengharapkan ada permintaan dari masyarakat melalui proposal ataupun surat dalam permintaan tanaman yang perlu di tambah, sehingga saat ada warga atau instansi yang akan menyumbangkan tanaman bisa disesuaikan.

Sementara untuk langkah ke depan pengembangan taman yadnya itu, pihak kebun raya berencana memperkenalkannya kepada siswa sekolah sebagai bahan pendidikan pengenalan tanaman karena sudah memiliki bangunan yang selesai dibuat pada akhir 2015 yang merupakan bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pusat.

“Kami berharap bisa menjadi bahan pendidikan bagi siswa sekaligus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved