Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Jalan Lingkar Jimbaran Nusa Dua

Siapa yang akan Mengerjakan Mega Proyek Jalan Lingkar Jimbaran-Nusa Dua?

Ide jalan lingkar Jimbaran-Nusa Dua ini bukan hanya dirancang untuk memecah kemacetan di wilayah Badung Selatan, tapi juga....

Tribun Bali/Prima/Istimewa
Maket jalan di kawasan Pecatu sampai Ungasan yang masuk dalam proyek jalan lingkar Jimbaran-Nusa Dua. Jalan lingkar ini memiliki panjang 9 kilometer dengan anggaran Rp 900 miliar (kanan) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Terkait kontraktor yang akan digandeng dalam penggarapan mega proyek jalan lingkar selatan (outer ring road) dan jalan pintas (shortcut) dari Jimbaran hingga Nusa Dua, Badung, Bali, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa mengatakan pihaknya akan lebih mengutamakan kontraktor nasional.  

Namun tak menutup kemungkinan juga akan menggandeng kontraktor dari luar negeri.

(Ini Semua Pesisir yang Akan Dilalui Jalan Lingkar, Dijamin Tidak Ada Hotel)

Hal ini, bila negara yang menghendaki.

Namun dia menegaskan, akan lebih bijak menyerahkan pada aturan yang berlaku. Yakni, melalui proses tender.

“Kalau soal mengerjakan, kita akan serahkan pada aturan yang berlaku, karena ini prosesnya itu adalah tender, melalui ULP (Unit Layanan Pengadaan), ataupun kalau ini memang dibiayai oleh pusat, pusatlah yang punya ranah untuk menentukan siapa yang akan diberikan hak untuk mendapatkan proyek ini. Tentunya melalui mekanisme dan peraturan yang berlaku. Kita berharap sih, kalau boleh berharap, biar pihak lokal sajalah yang mengerjakan. Yang terpenting adalah ini bisa terwujud dan berkuaitas,” harapnya, Selasa (26/4/2016).

Suiasa mengatakan, ide jalan lingkar Jimbaran-Nusa Dua ini bukan hanya dirancang untuk memecah kemacetan di wilayah Badung Selatan, yang selama ini menjadi sentral pariwisata.

Namun, kata dia, infrastruktur tersebut juga akan memberikan kesan berbeda.

Orang yang berkendara dapat menikmati langsung objek-obejk pariwisata pantai di Badung Selatan.

“Infrastruktur dalam rangka mengatasi soal kemacetan di Badung selatan, tetapi ini juga memberikan suatu suasana yang berbeda. Di mana orang bisa berjalan dan bisa menikmati wisata. Jadi ini adalah satu hal yang monumental kalau bisa diwujudkan," tandasnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Badung, I Nyoman Oka Widyanta mengatakan terobosan seperti ini memang perlu dilakukan.

Sebab, Badung mengandalkan pendapatan aslinya hingga 70 persen dari sektor pariwisata.

Karena menjadi tujuan wisata dunia, Badung harus bersaing dengan wilayah-wilayah pariwisata lain di dunia, termasuk dalam hal penyediaan infrastruktur yang memadai. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved