Kelompok Bali Nine di Lapas Kerobokan Ngaku Dapat Sabu Dari Pembesuk!

Jaringan Bali Nine itu divonis seumur hidup

Kelompok Bali Nine di Lapas Kerobokan Ngaku Dapat Sabu Dari Pembesuk!
Tribun Bali/Rizal Fanany
Warga binaan Lapas Kerobokan, Denpasar, Rabu (27/4/2016) dipindahkan ke Lapas Madiun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satu narapidana kasus narkotika berkewarganegaraan Australia, Michael William dipindahkan ke Lapas Madiun untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di dalam Lapas Kerobokan.

"Napi Australia itu sangat kuat kecanduan. Kami berangkatkan dia biar jauh dari jaringan di Bali," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Nyoman Putra Surya di Denpasar, Rabu (27/4/2016).

Menurut dia, pemindahan tersebut tidak tersangkut kasus keributan di dalam lapas terbesar di Bali itu beberapa waktu lalu namun untuk memutus rantai narkoba.

Nyoman Putra menuturkan bahwa petugas beberapa kali menemukan barang bukti berupa bekas-bekas sabu-sabu dari narapidana anggota sindikat "Bali Nine" itu.

Namun narapidana yang divonis seumur hidup tersebut tidak pernah mengaku sebagai pengedar namun hanya mengonsumsi barang haram itu yang didapat dari para pembesuk.

"Dia tidak pernah mengaku sebagai pengedar hanya memakai sendiri yang didapat dari pembesuk," ucapnya.

Meski demikian pihaknya tidak bisa meminta mengusut temuan tersebut kepada pihak kepolisian karena pihaknya mengaku kesulitan menemukan barang bukti namun hanya sebatas bekas-bekas sabu-sabu.

Michael William, merupakan satu dari tujuh narapidana asing yang dipindahkan ke Lapas Madiun, Jawa Timur.

Enam lainnya merupakan narapidana narkotika dari Iran yang juga divonis seumur hidup.

Menurutnya, keenam warga binaan dari Iran itu kerap kali membuat keributan di antara narapidana asing lainnya.

"Narapidana Iran selalu ribut di antara mereka, di antara orang asing. Setelah dipindahkan ke Madiun, mereka akan dipencar lagi," katanya. (Antara)

Terindikasi Menganggu Keamanan

Situasi Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Denpasar di Kerobokan Senin (25/4/2016) malam tampak menegangkan.

Terlihat beberapa petugas kepolisian berpakaian preman berjaga di depan lapas. Pun petugas lapas berseragam satu persatu berdatangan dan langsung masuk mengikuti apel di ruang tunggu lapas terbesar di Bali ini.

Sejurus kemudian sekitar pukul 23.00 Wita datang dua unit bus tahanan Kejaksaan Negeri Denpasar, berselang satu jam giliran beberapa truk mengangkut ratusan petugas kepolisian dan TNI bersenjata lengkap secara bergiliran datang memadati halaman depan Lapas Kerobokan.

Kedatangan sekitar 600an petugas gabungan yang terdiri dari Polresta Denpasar berkekuatan 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK), Brimob Polda Bali 3 SSK, Polres Badung 1 SSK, dan dari TNI 65 personel, ditambah 3 unit tim K-9 untuk melakukan pemindahan terhadap 66 warga binaan Lapas Kerobokan. Dari total 66 warga binaan, terdiri dari 63 narapidana dilayar ke Lapas Klas I Madiun, Jawa Timur dan 3 tahanan dipindahkan ke Lapas Tabanan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Bali, I Nyoman Putra Surya menjelaskan, pemindahan puluhan warga binaan dalam rangka pengendalian isi lapas yang over kapasitas.

Karena over kapasitas, pihaknya menyatakan menjadi salah satu pemicu keamanan di dalam lapas.

“Semuanya dalam rangka mengendalikan isi di dalam lapas dan mengendalikan situasi, over kapasitas sangat labil dan mudah terjadi gangguan keamanan. Pagi hari ini semua yang diberangkatkan berjumlah 66 orang. 63 narapidana dibawa ke lapas Klas I Madiun JawaTimur dan 3 orang dibawa ke Lapas Tabanan, karena masih berstatus tahanan,” jelasnya usai pemindahan.

Disinggung pemindahan ini berkaitan dengan kejadian rusuh beberapa waktu lalu ? Putra Surya kembali menegaskan, pemindahan ini semata-mata untuk mengendalikan agar tidak terjadi lagi kerusuhan.

“Kami tidak melihat kejadian kemarin. Kami ambil semua yang terindikasi akan menganggu keadaan dan keamanan. Semua kami pindahkan,” tegasnya.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved