Indonesia Soccer Championship ISC B

Krisis Keuangan, PS Badung Belum Bentuk Kerangka Tim

Pemain PS Badung minta manajemen serius soal kontrak

Krisis Keuangan, PS Badung Belum Bentuk Kerangka Tim
TRIBUN BALI/ADY SUCIPTO
FOKUS PON - Striker Kushedya Hari Yudo (kanan) bersama Ridwan Haci Abdillah (ketiga kanan) di tim sepakbola PON Bali. Tahun lalu keduanya memperkuat PS Badung. Kini mereka fokus ke tim PON Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PS Badung Bali belum menentukan pemain yang akan menghadapi Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

Menghadapi lawan di grup VII bersama Persekam Metro FC Malang, PS Sumbawa Barat, Perssu Super Madura, Persewangi Banyuwangi, Persekap Pasuruan, PS Badung Bali belum juga memiliki kerangka tim.

Striker tim sepakbola PON Bali, Kushedya Hari Yudo mengaku dirinya masih fokus menatap laga di perhelatan PON XIX Jabar 2016.

Gelandang tengah yang memperkuat PS Badung di musim 2014/2015 mengatakan, belum dihubungi manajemen PS Badung soal persiapan ke ISC B 2016.

“Kalau komunikasi soal itu (ISC B) sampai saat ini belum ada. Belum juga ada kabar, cuma hanya dengar dari teman, katanya mau persiapan,” ucap Hari Yudo kepada Tribun Bali, Rabu (27/4/2016).

Striker jangkung asal Malang tersebut kini lebih memilih untuk berkonsentrasi membela tim PON Bali yang akan berlaga di Turnamen Pesanku Cup di Lapangan Samudra, Kuta, Jumat (29/4/2016) sore.

“Yang pasti lebih konsen di PON dulu-lah. Soalnya juga target juara. Kalau di PS Badung kan masih belum jelas, karena belum ada pembicaraan,” ucapnya.

Berbeda dengan gelandang tengah tim sepakbola PON Bali, Ridwan Haci Abdillah. Dia mengaku sudah dihubungi tim pelatih PS Badung.

Namun, pembicaraan soal kejelasan kontrak bersama tim manajemen sampai saat ini belum ada. “Dari komunikasi pelatih sih ada, tapi dari manajemen belum ada,” katanya.

Eks gelandang tengah yang pernah memperkuat PS Badung di divisi I musim 2014/2015 yang lalu itupun tak menolak bergabung, apabila ada keseriusan mengontrak dengan nilai yang sesuai dari tim manajemen.

“Saya sih siap-siap kalau manajemen serius dan cocok harga,” ujarnya.

Satu di antara Komisasris PS Badung, Zaenal Thayeb sebelumnya menyebutkan, minimal PS Badung harus memiliki minimal Rp 1,5 miliar untuk bisa ikut di ISC B.

Namun, hingga saat ini masih belum jelas soal keuangan untuk bekal mengarungi setiap laga di penyisihan grup VII ISC B.

Melihat hasil beberapa pertemuan, ketetapan untuk ikut ISB B masih terkendala biaya. PS Badung kemungkinan besar masih krisis keuangan. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved