Pentolan Ormas dan Komplotan Bali Nine di Lapas Kerobokan Dilayar ke Madiun

Seorang napi berupaya melawan saat hendak digelandang petugas keamanan. Ia sempat mengeluarkan sebilah obeng kecil.

Pentolan Ormas dan Komplotan Bali Nine di Lapas Kerobokan Dilayar ke Madiun
Tribun Bali/Rizal Fanany/Prima

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Insiden perlawanan sempat terjadi pada upaya pemindahan sebanyak 66 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Denpasar di Kerobokan (Lapas Kerobokan) ke Lapas Madiun dan Rutan Tabanan, Bali, Rabu (27/4/2016) pagi.

Seorang napi berupaya melawan saat hendak digelandang petugas keamanan.

(Suasana Menegangkan di Lapas Kerobokan, 63 Napi Diangkut 3 Bus)

Ia sempat mengeluarkan sebilah obeng kecil.

Namun, upaya perlawanan ini berhasil dilumpuhkan.

Insiden ini terjadi di dalam blok E Lapas Kerobokan.

Namun segera bisa diamankan, dan napi tersebut ikut dilayar.

“Karena dia sedang tidur, ketika dibangunkan mungkin emosi dan belum sadarkan diri. Dia memakai obeng kecil dan tidak ada petugas yang terluka. Napi yang melakukan perlawanan tinggal di blok E,” ucap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM Bali, I Nyoman Putra Surya.

Sekitar 600 personel keamanan dari polisi dan TNI sudah bersiaga di Lapas Kerobokan sejak Selasa (26/4/2016) malam.

Putra Surya menjelaskan, pemindahan puluhan warga binaan dalam rangka pengendalian isi lapas yang over kapasitas.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved