Deflasi di Denpasar Terjadi Dipicu Beberapa Hal Berikut Ini

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain, cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, telur ayam ras, bensin, dan tarif listrik.

Deflasi di Denpasar Terjadi Dipicu Beberapa Hal Berikut Ini
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada bulan April 2016, Kota Denpasar mengalami deflasi sebesar 0,20 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,08.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada dua kelompok pengeluaran yakni kelompok transport, komunikasi, jasa keuangan serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang mengalami deflasi masing-masing sebesar -1,83 persen dan -0,35 persen.

“Turunnya harga minyak dunia yang berimbas kepada turunnya BBM dan harga listrik turut mengundang adanya deflasi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho, di kantor BPS, Renon, Denpasar, Senin (2/5/2016).

Sementara itu lima kelompok pengeluaran lainnya yang menahan deflasi adalah kelompok sandang 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,84 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,43 persen, kelompok bahan makanan 0,10 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,01 persen.

Sementara itu, komponen inti/core pada April 2016 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen.

Komponen bergejolak/volatile inflasi sebesar 0,01 persen, serta komponen harga diatur pemerintah/administratif mengalami deflasi sebesar 0,41 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain, cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, telur ayam ras, bensin, dan tarif listrik. Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan April 2016 antara lain bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, air kemasan, wortel, dan pepaya,” katanya.

Dari 82 kota tercatat 77 kota mengalami deflasi sedangkan 5 kota mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga -1,79 persen dan deflasi terendah terjadi di Singaraja -0,06 persen.

Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 0,45 persen dan terendah di Banjarmasin 0,04 persen.

Jika diurutkan dari deflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-60 dari 77 kota yang mengalami deflasi.

Tingkat inflasi kumulatif (Januari – April 2016) sebesar 0,42 persen dan inflasi tahun ke tahun (April 2016 terhadap April 2015) sebesar 2,80 persen. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved