Jasa Raharja Berikan Pemahaman PRIME pada Mahasiswa Unud

Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat itu bernapaskan konsep PRIME yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati.

Jasa Raharja Berikan Pemahaman PRIME pada Mahasiswa Unud
Tribun Bali/Luh De Dwi Jayanthi
Dialog Publik Jasa Raharja bekerjasama dengan Universitas Udayana yang diadakan di Ruang Teater Widya Sabha Lantai 4 Fakultas Kedokteran Unud, Denpasar, Bali, Sabtu (30/4/2016) lalu. 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Tingginya kecelakaan lalu lintas menjadi tanggungjawab segala pihak yang terlibat di dalamnya.

Mulai dari pengendara, polisi, hingga pemberi santunan dari pihak asuransi salah satunya PT Jasa Raharja (Persero).

Pada kesempatan ini, PT Jasa Raharja (Persero) mengadakan dialog publik yang dikemas menarik. Bagi mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan terkait Jasa Raharja, mendapat hadiah yang juga tidak kalah menarik.

Dialog publik ini bertema Budaya Proaktif Guna Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat yang terselenggara atas kerjasama dengan Universitas Udayana yang diadakan di Ruang Teater Widya Sabha Lantai 4 Fakultas Kedokteran Unud, Denpasar, Bali, Sabtu (30/4/2016) lalu.

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, Dr Ir Sulistianingtias MM AAI-K CRMP mengatakan, tema budaya proaktif ini diambil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan penumpang umum.

“Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat itu bernapaskan konsep PRIME yaitu Proaktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empati,” kata Sulistianingtias.

Untuk mewujudkan konsep PRIME itu, harus ada sinergi antara pihak yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan korban kecelakaan lalulintas, baik dari Direktorat Lalu lintas, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja dan Rumah Sakit.

Direktur Bimbingan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol I Gusti Putu Ngurah Gunawan menghimbau masyarakat Indonesia harus mengubah mindset bahwa kecelakaan lalu lintas itu adalah takdir.

“Masyarakat kita masih ada budaya kalau kecelakaan lalu lintas itu takdir. Tapi itu sebenarnya bisa dicegah dengan berkendara dalam kondisi sehat dan safety riding,” katanya.

Pembantu Rektor IV Unud Prof Drs I Made Suastra PhD mengatakan, ini merupakan suatu upaya yang baik dari Jasa Raharja karena pemahaman tentang keselamatan berlalulintas harus diberikan kepada mahasiswa sebagai penerus bangsa.

“Minimal mahasiswa setelah ini bisa menginformasikan ke lima temannya tentang informasi yang ia peroleh dari dialog ini. Maka niscaya kecelakaan lalulintas dapat dikurangi,” kata Suastra. (*).

Penulis: Luh De Dwi Jayanthi
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved