Masa Depan Pendidikan Hukum Klinis Dibahas di Bali

Perkembangan informasi teraktual pengenai produk-produk hukum klinis di Indonesia dapat diketahui dan dikembangkan secara bersama-sama.

Masa Depan Pendidikan Hukum Klinis Dibahas di Bali
Humas Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima panitia dan peserta Konferensi Hukum Klinis di rumah dinas Gubernur Bali, di Denpasar, Rabu (11/5/2016) malam. 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika, menyambut positif penyelenggaraan “2nd Conference of Indonesia National Clinic Legal Education (INCLE) 2016” atau konferensi tentang pendidikan hukum klinis yang akan digelar di Universitas Udayana, 11-13 Mei 2016.

Demikian disampaikan Gubernur Pastika dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta pada jamuan makan malam para peserta konfrerensi bertempat di pelataran Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (12/5/2016) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Pastika mengatakan, konferensi ini sangat baik sebagai ajang bertukar pikiran dan ilmu pengetahuan terkait konsep dasar pengembangan pendidikan hukum klinis serta metode pengajaran yang baik tentang klinik hukum.

Sehingga perkembangan informasi teraktual pengenai produk-produk hukum klinis di Indonesia dapat diketahui dan dikembangkan secara bersama-sama.

Selanjutnya, Pastika juga berharap konferensi tersebut juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata Bali, untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat Bali.

Rektor Universitas Udayana Prof Dr I Ketut Suastika, mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan konferensi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan hukum memiliki posisi yang strategis dalam pembenahan dan perbaikan situasi perkembangan hukum di tanah air, salah satu metode yang saat ini tengah dikembangkan di beberapa fakultas hukum di Indonesia adalah metode pengajaran pendidikan hukum klinis atau Clinical Legal Education (CLE).

Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sarjana hukum yang cakap dan terampil serta memiliki paradigma keadilan sosial.

Menurutnya, keberadaan mata kuliah tersebut, telah memberikan dampak positif terhadap mahasiswa, dimana mereka tidak hanya diajarkan mengenai keterampilan hukum, namun para mahasiswa ini juga ditanamkan nilai-nilai sosial dan keberpihakan kepada kaum-kaum marjinal.

Ia juga mengatakan, INCLE terbentuk atas inisiasi tujuh universitas di Indonesia, yaitu Universitas Udayana, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya dan Universitas Sumatera Utara, juga bekerjasama dengan mitra Organisasi Masyarakat Sipil/Civil Society Organization (CSO).

Diharapkan konferensi ini akan menghasilkan beberapa informasi teraktual terkait dnegan perkembangan hukum klinis baik dalam lingkup nasional, regional maupun internaional serta nilai social justice dalam pendidikan hukum di Indonesia yang dapat disebarluaskan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, jajaran SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali serta para peserta konferensi INCLE 2016. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved