Munaslub Golkar di Bali

Pemilihan Caketum Golkar Berpotensi Tertutup

Nurdin Halid kukuh pemilihan dilakukan secara tertutup

Pemilihan Caketum Golkar Berpotensi Tertutup
Tribun Bali
Nurdin Halid, Wakil ketua umum Golkar kubu Aburiza Bakri menghadiri konsolidasi Golkar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ragil Armando

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, pihaknya berprinsip memegang aturan Pasal 25 ayat 1 Tata Tertib Munaslub Golkar dalam hal pemungutan suara.

Pasal tersebut menyatakan, pemilihan Ketua Umum/Ketua Formatur dilakukan secara langsung, bebas dan rahasia.

Aturan tersebut menjadi prinsip baginya agar pemungutan suara tidak menjadi terbuka seperti yang disuarakan sebagian peserta Munaslub.

"Kalau rahasia, berarti tidak ada orang yang boleh lihat dan itu sudah searah dengan konsep panitia pengarah. Kami sudah menyiapkan bilik, dan kertas suara. Mudah-mudahan ini disetujui (dalam rapat paripurna VI). Tapi, saya yakin akan disetujui karena payung hukumnya sudah ada, yakni Pasal 25 ayat 1 Tatib Munaslub Partai Golkar," tuturnya.

Dia menambahkan, prinsip langsung, bebas, dan rahasia tersebut merupakan aturan yang baru diterapkan dalam Munaslub kali ini.

Munas sebelumnya, dalam tahapan penjaringan suara dukungan minimal 30% terhadap bakal calon ketua, dilakukan dengan cara menyerahkan surat dukungan dari DPD 1 dan DPD 2.

"Munas kemarin tidak ada Pasal 25. Munas kemarin caranya dilakukan pernyataan dukungan DPD 1 dan DPD 2," ujarnya.

Dia mengatakan, dalam proses pemilihan ketua umum, terdapat tiga langkah yang dilakukan, yakni penjaringan, pengesahan calon yang terjaring, dan pendukungan suara minimal 30%.

Kandidat yang bersaing menjadi ketua umum nantinya adalah hasil yang telah tersaring dari dukungan suara minimal 30% tersebut.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved