Dengan Aplikasi Android Bikinan STIKOM Bali Ini Kita Bisa Lihat Situasi Terkini Lalu Lintas

Aplikasi yang diperkenalkan itu dengan maksud untuk membantu Pemkot Denpasar dalam mengatasi persoalan lalu lintas di ibu kota Pulau Dewata.

Dengan Aplikasi Android Bikinan STIKOM Bali Ini Kita Bisa Lihat Situasi Terkini Lalu Lintas
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Kepala Bagian Kemahasiswaan, dan Bagian Pemasaran STIKOM Bali saat audiensi di rumah pribadi Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Bali, Senin (16/5/2016) siang. 

TRIBUN-BALI.com, DENPASAR - Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Bali memperkenalkan sebuah aplikasi smartphone kepada Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di rumah pribadinya di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Bali, Senin (16/5/2016) siang.

Aplikasi live streaming yang mampu melihat situasi lalu lintas di 55 persimpangan di Kota Denpasar ini bakal di-launching di Lapangan Lumintang, Denpasar, bersamaan dengan acara Tribun Bali Melangkah Bersama Paramex, Minggu (22/5/2016).

Aplikasi yang diperkenalkan itu dengan maksud untuk membantu Pemkot Denpasar dalam mengatasi persoalan lalu lintas di ibu kota Pulau Dewata.

Dengan aplikasi ini, pengendara sebelum berangkat ke suatu tujuan bisa melihat terlebih dahulu jalur mana yang macet atau jalur mana yang bisa dilewati agar memperlanjar perjalanan.

"Kami sebagai perguruan yang berada di Denpasar juga wajib menyumbangkan pemikiran sesuai bidang kami. Dengan aplikasi itu, nantinya masyarakat bisa mendapatkan informasi live streaming di 55 persimpangan jalan. Cukup nanti di-download di Play Store," kata I Ketut Dedy Suryawan, Kepada Bagian Pengembangan Sistem Informasi, STIKOM Bali, seusai audiensi dengan Wali Kota Denpasar.

Selain Wali Kota Denpasar, perkenalan aplikasi Area Traffic Control System (ATCS) ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Gede Astika, dan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Denpasar, Ketut Sriawan.

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi atas partisipasi dari STIKOM Bali untuk Kota Denpasar.

Hanya saja, pihaknya menyarankan kepada pihak STIKOM Bali agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Denpasar.

Selain itu, diharapankan agar diukur kebermanfaatan aplikasi tersebut sehingga efektif dan terintegrasi dengan program Pemkot Denpasar.

"Ya kita kaji dulu kebermanfaatannya. Kalau bisa selain streaming dari HP, bisa juga langsung foto yang melanggar lalu lintas. Kalau bisa begitu orang-orang kan takut jadinya melanggar," kata Rai Mantra saat berdiskusi dengan pihak STIKOM Bali.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika juga mengapresiasi langkah STIKOM Bali.

Sebab, dengan diberlakukannya aplikasi itu pastinya membantu tugas Dishub dalam menangani masalah lalu lintas di Denpasar.

Untuk mengintegrasikan antara aplikasi ATCS dari STIKOM Bali, pihak Diskominfo Denpasar bakal melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan pihak STIKOM Bali.

Sebab, berdasarkan keinginan Wali Kota Denpasar, pelayanan berbasis web atau smartphone harus satu genggaman.

"Mungkin nanti aplikasi itu masuk dalam Pro Denpasar plus kami. Cuma itu perlu penyesuaian program. Saya rasa sih bisa itu. Kami akan coba koordinasikan dulu," kata Kepala Diskominfo Denpasar, Dewa Made Agung saat dihubungi vie telepon. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved