Pengakuan Sandera Arianto, Setiap Hari Milisi Abu Sayyaf Doyan Tembak Babi Hutan

Terkadang para sandera menyantap makanan sisa dari kelompok Abu Sayyaf

Pengakuan Sandera Arianto, Setiap Hari Milisi Abu Sayyaf Doyan Tembak Babi Hutan
AP
Militan Abu Sayyaf di Pulau Jolo, selatan Filipina. 

TRIBUN-BALI.COM, BEKASI – Banyak cerita selama WNI Indonesia menjadi sandera Abu Sayyaf.

Salah satunya diceritakan Kapten Kapal TB Henry, Moch Arianto Misnan alias Rian (23).

Hampir sebulan ditawan oleh kelompok militan itu, Rian dan tiga anak buah kapal (ABK) kerap berpindah-pindah tempat untuk menghindari serangan militer setempat.

Rian mengingat, kelompok Abu Sayyaf berjumlah kira-kira 200 orang.

Bahkan bila diperhatikan, suasana lingkungannya seperti permukiman dengan banyak penduduk.

Akan tetapi, kata dia, tidak ada bangunan berbahan kayu atau coran sebagai tempat berlindung.

Mereka tidur hanya beralaskan tanah atau daun.

Bila ada suara dentuman bom dari militer setempat, kawanan kelompok itu bergegas pindah ke tempat lain.

Tak hanya itu, kegiatan mereka cukup monoton, yaitu latihan menembak babi hutan dan membersihkan senjata.

"Setelah menembak babi, bangkainya dibiarkan begitu saja. Usai latihan menembak, mereka membersihkan senjata, sedangkan kami diborgol sambil melihat mereka latihan," ujar Rian pada Senin (16/5).

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved