Ada Putusan Tandingan Sulinggih Terkait Kawasan Suci Teluk Benoa?

Ia pun tidak mengerti apa dari maksud sulinggih yang membuat keputusan tandingan yang mengatakan kawasan Teluk Benoa bukan merupakan kawasan suci.

Ada Putusan Tandingan Sulinggih Terkait Kawasan Suci Teluk Benoa?
Tribun Bali/AA Gde Putu Wahyura
Wakil Dharma Adyaksa, Ida Mpu Siwa Budha Dhaksa Darmita saat menyerahkan keputusan Sabha Pandita soal kawasan Suci Teluk Benoa kepada Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika, kantor DPD RI perwakilan Bali, Senin (16/5/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dharma Adyaksa PHDI, Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa merasa geram dengan adanya tindakan sulinggih yang membuat keputusan tandingan terkait dengan kawasan Suci Teluk Benoa, Denpasar, Bali.

Ia pun tidak mengerti apa dari maksud sulinggih yang membuat keputusan tandingan yang mengatakan kawasan Teluk Benoa bukan merupakan kawasan suci.

“Ada gerakan dari oknum sulinggih untuk membuat keputusan tandingan, apa dibenarkan cara begitu? apa sah? Karena dharma adyaksa sudah mengeluarkan keputusan pesamuhan sabha pandita pada tanggal 9 April. Mengerti ga yang mengatakan itu tidak sah soal keputusan pesamuhan sabha pandita?,” jelasnya di kantor DPD RI Perwakilan Bali, Denpasar, Senin (16/5/2016).

Ia mengatakan dirinya dijadikan sulinggih oleh masyarakat Bali, masyarakat Indonesia dan dunia sebagaimana sumpah untuk mengamankan kawasan suci.

Dengan adanya hasil riset yang mengatakan kawasan Teluk Benoa merupakan kawasan suci karena banyaknya titik-titik suci ia menganggap suatu kewajiban baginya sebagai sulinggih dari umat Bali untuk mengamankan hal tersebut.

“Apalagi hasil riset di sana banyak sekali titik suci maka dari itu di sana adalah kawasan suci. Kita asalah negara jangan kita diatur oleh kapitalis dan investor, jangan kita diatur oleh mereka. Negara milik kita bersama bukan penguasa atau siapa-siapa. Saya ingin masyarakat tidak bingung karena keputusan tandingan ini,” jelasnya.

Iapun menginginkan pemerintah provinsi Bali untuk mengambil kebijakan seperti Gubernu DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengehentikan dahulu proyek tersebut ketika ada polemik.

Ia melihat tindakan patriotik masyarakat Bali sudah mencerminkan keinginan mereka terhadap reklamasi Teluk Benoa.

“Seperti Ahok berhenti dahulu, ada juha kebijakan menteri Lingkungan hidup untuk mwnyetop, dan dia (Ahok,red) mau berdialog sehingga dengan masyarakat makanya tertib.

Tindakan ini (Tolak Reklamasi, red) bukan sekedar agama tetapi patriotik masyarakat bali terkait tanah air. Jangan sampai adanya proyek ini antara orang bali tidak rukun, juga tidak rukun dengan orang yang datang ke bali,” tegasnya.

Halaman
123
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved