Cerita WNI di Perbatasan Yang Setiap Malam Melihat Buaya di Kolong Rumahnya

"Kami sudah terbiasa hidup di antara buaya. Kalau malam biasa mereka di bawah kolong rumah,"

Cerita WNI di Perbatasan Yang Setiap Malam Melihat Buaya di Kolong Rumahnya
Dokumentasi pribadi Octavianto
Buaya yang berjemur di pinggiran Sungai Sebuku. Selama pencarian korban, tim Sar sering melihat penampakan buaya sepanjang 2,5 meter sedang berjemur di pinggir sungai Sebuku. 

Diyakini, buaya yang berani memangsa manusia dipastikan buaya besar.

"Panjangnya buaya kemarin 7 meter 20 senti. Dari perut buayaditemukan rambut sama tulang-tulang manusia," kata Muhammad Al Idrus.

Perisitiwa dimangsa buaya terakhir menimpa Krisman (50), warga Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.

Dia disambar buaya ketika beraktifitas menggergaji kayu yang hanyut di Sungai Bung Kayang, Selasa (10/5/2016) lalu.

Hingga operasi pencarian oleh tim SAR dihentikan, belum diketahui keberadaan Krisman, namun pihak keluarga terus melakukan upaya pencarian.

Dalam upaya pencarian bersama pawang buaya, warga berhasil menangkap seekor buaya sepanjang 2,5 meter.

Buaya tersebut diyakini turut memangsa Krisman.

Sementara satu lagi buaya yang menyambar Krisman diduga sepanjang 8 meter.

“Kita lihatnya dari jauh karena dilarang oleh pawang. Sempat muncul kepalanya saja, kira-kira panjangnya 8 meter," ujar Rahman, salah satu anggota tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan. (Kontributor Kompas.com di Nunukan, Sukoco)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved