Dharma Wacana

Umat Jangan Bingung! Panca Sradha Pegangan untuk Mencapai Tuhan

Panca Sradha atau keyakinan menjadi hal yang paling prinsipil dalam agama Hindu.

Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi persembahyangan bersama 

Saat itu terjadi, baru kita akan menemukan perbedaan-perbedaan dalam wilayah relativisme.

Contohnya, penganut Hare Krisna jangan pernah mencerca penganut Siwaistik yang memakan daging.

Begitu juga dengan penganut Siwaistik tidak boleh mencerca Hare Krisna yang vegetarian.

Pada intinya, apa yang dilakukan Siwasitik dan Hare Krisna dibenarkan dalam landasan ajaran masing-masing.

Ini hanya masalah persepsi.

Di balik itu semua, keyakinan kita tetap sama, yaitu Panca Sradha.

Cara pandang yang berbeda tentu akan memunculkan perilaku yang berbeda juga.

Sebutannya sesana, etika atau moralitas.

Untuk mewujudkan sesana tidak cukup dengan perilaku, kita harus menggunakan sedana atau media.

Namun media tidak sama.

Yang satu tentu berbeda dengan yang lainnya. Dan upacara pastinya sangat relatif.

Kita yang meyakini struktur ideologi yang sama bisa berprilaku beda.

Cara pandang akan melahirkan relativitas.

Namun, apapun ritualnya asal berpegang teguh pada ideologi sradha, maka akan menjadi relativitas yang paling utama. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved