Mahasiswa Unud Ini Tolak Iklan Rokok

Para mahasiswa menuntut pemerintah untuk bertindak tegas dalam meniadakan iklan rokok.

Mahasiswa Unud Ini Tolak Iklan Rokok
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Mahasiswa Unud menggelar aksi menolak rokok, di Lapangan Puputan, Denpasar, Sabtu (28/5/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Panas terik serta lalu lalang kendaraan tak menghalangi semangat puluhan mahasiswa dalam berorasi menolak iklan rokok.

“Tolak, tolak iklan rokok,” sorak para mahasiswa di depan Patung Catur Muka, Denpasar, Bali, Sabtu (28/5/2016).

Pengendara motor pun tak luput dari perhatian, setiap orang maupun pengendara diberikan sebuah stiker serta pamflet tentang dampak rokok bagi kesehatan agar para pembaca tahu apa dampak buruk bagi perokok.

Aksi itu merupakan aksi dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

Pada aksi yang dipusatkan di Lapangan Puputan, para mahasiswa menuntut pemerintah untuk bertindak tegas dalam meniadakan iklan rokok.

“Kebanyakan iklan rokok mempengaruhi remaja untuk merokok. Seperti pada layar kaca, yang menampilkan seorang pria yang keren dalam iklan. Seakan-akan orang menganggap rokok itu keren,” ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud), Ngakan Putu Anom Harjana.

Aksi damai ini juga dimaksudkan supaya pemerintah menandatangani Framework Convention on Tobbacco Control (FCTC) yang bertujuan mengubah persepsi masyarakat tentang tembakau.

“Dalam FCTC, iklan hingga sponsor tidak diperbolehkan. Rokok dapat mengancam kesehatan masyarakat,” terang Anom di sela-sela aksi damai.

Selain berorasi menolak iklan rokok, serta pembagian stiker dampak rokok, dalam aksi damai ini, para mahasiswa juga menggelar teatrikal dalam memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei. (*)

Penulis: I Dewa Made Satya Parama
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved