Pasutri Terpidana Mati Kasus Pembunuh Satu Keluarga di Kuta Ajukan PK

Terpidana mati pasangan suami istri (pasutri) Heru Hendriyanto (25) dan Ni Putu Anita Sukra Dewi (23) akan mengajukan Peninjauan Kembali

Pasutri Terpidana Mati Kasus Pembunuh Satu Keluarga di Kuta Ajukan PK
Tribun Bali/ Net
Ilustrasi pembunuhan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terpidana mati pasangan suami istri (pasutri) Heru Hendriyanto (25) dan Ni Putu Anita Sukra Dewi (23) akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Senin (30/5/2016).

Pasutri terpidana kasus pembunuhan satu keluarga di Kampial, Badung tersebut mengajukan PK melalui kuasa hukumnya yakni Eddy Hartaka dkk.

Dikatakan Edy, sebelumnya pasutri ini sudah menandatangani surat pernyataan eksekusi mati.

Surat pernyataan siap dieksekusi dari pasutri pembunuh satu keluarga ini sendiri sudah diajukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar dan ditandatangani sejak 8 April lalu.

“Jadi kami sudah berkordinasi dengan tim jaksa untuk mengajukan PK. Kami sudah siap dan akan segera kami daftarkan ke PN Denpasar,” tegasnya saat dihubungi.

Dalam surat tersebut Heru dan Anita menyatakan siap dieksekusi jika dalam satu bulan sejak menandatangani surat pernyataan ini tidak mengajukan PK.

“Jadi kalau sampai 8 Juni tidak mengajukan PK maka mereka akan masuk daftar eksekusi mati selanjutnya,” jelas Edy.

Seperti diketahui sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memvonis mati pasutri tersebut kasus pembunuhan satu keluarga di Perumahan Kampial Residen, Kuta Selatan, Badung, Bali pada 16 Pebruari 2014 lalu.

Putusan MA ini sendiri diketok oleh Mayjen (Purn) Imron Anwari sebagai ketua majelis dengan anggota Prof Dr Gayus Lumbuun dan Dr Salman Luthan sebagai anggota.

Vonis yang mengantongi perkara 675 K/PID/2013 itu diketok pada 11 Juli 2013 lalu ini pun menguatkan putusan PN Denpasar 6 November 2012 serta putusan PT Denpasar 7 Januari 2013 yang juga menghukum mati keduanya.

Selain menjatuhkan vonis mati terhadap pasutri itu, dua rekannya yaitu Abdul Kodir dan Syafaat juga divonis mati karena terbukti ikut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga yaitu Made Purnabawa (28) dan istrinya, Ni Luh Ayu Sri Mahayoni (27) serta anak perempuannya, Ni Wayan Risna Ayu Dewi (9). (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved