Breaking News:

Waspada! Ganja dan Tembakau Gorila Masuk Bali, Efeknya Seperti Ketiban Gorila

Selain ganja gorila, ada juga teh dan tembakau gorila. Efek tembakau gorila lebih kuat dari ganja.

Tribun Bali/Prima

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penangkapan dua pengedar ganja gorila oleh aparat Dirreskoba Polda Bali, Minggu (29/5/2016) dini hari, menunjukkan narkoba dengan efek halusinasi berat ini sudah masuk ke Pulau Dewata.

Dua pelaku yang ditangkap adalah Ketut Suarnaya (45) dan Rizky‎ ‎(27).  

Selain ganja gorila, dari tangan dua pelaku yang kini ditahan di sel Mapolda Bali ini, polisi juga menyita juga 80 gram sabu, 237 butir ekstasi dan timbangan digital.

Ganja gorila masih asing di telinga masyarakat Bali.

Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), ganja gorila yang mengadung AB-FUBINACA atau turunan dari glukosa ini merupakan satu dari tiga narkoba jenis baru, namun belum diatur Peraturan Menteri Kesehatan.

Selain ganja gorila, dua narkoba baru lainnya yakni THJ-2201, dan THJ-018.

Ketiga narkotika jenis baru ini merupakan zat yang diambil dari sampel tembakau.

Dirnarkoba Polda Bali, Kombespol Franky Haryanto, menjelaskan, Ketut Suarnaya (45) dan Rizky‎ ‎(27) ditangkap,  Minggu (29/5/2016) dini hari.

Penangkapan bermula dari penyelidikan polisi setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi narkoba antara kurir Rizky dengan pelanggannya Ketut Suarnaya  di Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung.

Polisi, diakui Franky, menangkap Rizky sesuai melakukan transaksi bersama barang bukti narkoba. Saat Rizky diinterogasi, lanjutnya, polisi mendapatkan sebuah kunci.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved