GMNI Denpasar Peringati Lahirnya Pancasila, Polisi: Kok Banyakan Kami Daripada Yang Aksi Ya?

Gerakan mahasiswa saat ini tak seperti pada masa rezim orde baru yang bisa menurunkan ribuan mahasiswa sekali aksi.

GMNI Denpasar Peringati Lahirnya Pancasila, Polisi: Kok Banyakan Kami Daripada Yang Aksi Ya?
Tribun Bali / I Wayan Erwin Widyaswara
Tujuh mahasiswa yang mengenakan jas merah berdiri sambil berorasi dihadapan pengguna jalan di kawasan patung Catur Muka, Denpasar, Rabu (1/6/2016) siang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sengatan terik matahari tak menyurutkan niat tujuh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Denpasar ini untuk sekadar memperingati hari lahirnya pancasila 1 Juni.

Berbekal sejumlah bendera bertuliskan GMNI, dan bendera merah putih, tujuh mahasiswa yang mengenakan jas merah itu berdiri sambil berorasi dihadapan pengguna jalan di kawasan patung Catur Muka, Denpasar, Bali, Rabu (1/6/2016) siang.

Ada sejumlah seruan yang disampaikan oleh segelintir mahasiswa ini.

Antara lain soal ajakan untuk terus menjaga nilai luhur pancasila, soal penyimpangan-penyimpangan yang kerap terjadi, dan soal banyaknya para pejabat tinggi negara yang malah memberikan contoh buruk kepada rakyatnya.

"Setiap tahun, kita GMNI selalu rutin memperingati hari lahirnya pancasila 1 Juni. Yang mana kami ingin terus mempertahankan ideologi marhaen pancasila," kata Humas GMNI Denpasar, Dewa Gede Satria Wibawa.

Aksi damai yang digelar selama lebih kurang 40 menit itu diamankan oleh belasan polisi.

Seorang polisi nyeletuk berkata, "kok banyakan kami daripada yang aksi? Hehehe," celetuk salah satu polisi itu kepada Tribun Bali.

Gerakan mahasiswa saat ini tak seperti pada masa rezim orde baru yang bisa menurunkan ribuan mahasiswa sekali aksi.

Hal ini, kata Humas GMNI Denpasar, Dewa Gede Alit Satria Wibawa, lantaran para mahasiswa cenderung tak acuh terhadap sebuah semangat nasionalisme.

"Karena zaman sekarang juga organisasi mahasiswa banyak ditunggangi kepentingan-kepentingan (politik, dan lain sebagainya). Kami sudah pernah mengajak mahasiswa, tapi ya begitu, tidak ada yang mau diajak. Semangat nasionalismenya kurang," kata Dewa Gede Satria.

Selain memperingati hari lahir pancasila dengan turun ke jalan, mahasiswa semester delapan di Fakultas Sastra Universitas Udayana, ini juga mengaku GMNI Denpasar juga bakal menggelar diskusi di sekretariat GMNI Denpasar, Jalan Raya Banteng, No 1, Denpasar.

"Kami sudah siapkan acaranya. Kami juga undang dari mahasiswa untuk diskusi soal kebangsaan, dan nilai-nilai pancasila yang nanti digelar jam lima sore di sekretariat," pungkasnya. (*) 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved