Loh Kok Satpol PP Tilang Mobil Tua Pelat Luar Bali?

Cokorda Alit Indra Wardhana kaget ketika sopirnya, Kardiono, menyerahkan surat tilang dari Satpol PP Provinsi Bali

Loh Kok Satpol PP Tilang Mobil Tua Pelat Luar Bali?
Net
Ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Dir Lantas Polda Bali, Dispenda, dan Dinas Perhubungan kini ‘memburu’ sejumlah kendaraan yang masih menggunakan pelat luar Bali merujuk Perda No 8 Tahun 2000 tentang Pembatasan Memasukkan Kendaraan Bermotor Bekas ke Bali.

Selain karena kendaraan luar Bali tidak membayar pajak, juga untuk menghindari kemacetan.

Ketentuan pidana dalam pasal 5 ayat 1 Perda No. 8 Tahun 2000 menyebutkan, para pelanggar diancam pidana kurungan selama-lamanya 3 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5 juta.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Made Sukadana, menegaskan, sesuai Perda No 8 Tahun 2000, usia kendaraan pribadi luar Bali yang diperbolehkan masuk ke Pulau Dewata tidak lebih dari 10 tahun.

Sementara mobil barang pelat luar masuk Bali maksimal berusia 5 tahun dan mobil penumpang dan mobil bus maksimal berusia 7 tahun.

“Jika tidak, dikenakan penindakan berupa penilangan. Kami kan hanya bertugas menegakkan Perda No. 8 Tahun 2008 terkait pembatasan kendaraan pelat luar di Bali,” ujar Sukadana di Kantor Satpol PP Provinsi Bali, Denpasar, Jumat (3/6/2016).

Dijelaskannnya, penindakan tersebut khusus untuk mobil barang dengan usia 5 tahun, mobil penumpang dengan usia maksimal 7 tahun, dan mobil pribadi dengan usia maksimal 10 tahun.

“Berapa pun mobil pelat luar Bali yang usia tua kita proses. Ini kan sesuai Perda 8 Tahun 2000. Pokoknya siapa pun yang tidak sesuai ketentuan, pas razia tertangkap, kita proses,” tegasnya.

Surat tilang yang dikeluarkan Satpol PP Provinsi Bali kepada pemilik mobil yang melanggar akan diberikan kepada pihak kepolisian untuk proses di pengadilan.

Apakah prosesnya nanti kendaraan tua itu balik nama atau bagaimana, akan diputuskan di pengadilan.

Halaman
1234
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved