‘Saya Tantang Pak Dirjen, Siapa Yang Mengatakan Perwali Ini Salah?’

Saking tidak terimanya, Rai Iswara mengaku siap debat terbuka dengan Dirjen Otoda Dr Soni Sumarsono

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Sekkot Denpasar, AAN Rai Iswara (baju cokelat), Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta (pakaian adat Bali), dan Penjabat Wali Kota Denpasar, AA Gede Geriya (paling belakang), keluar melalui pintu belakang seusai pertemuan di ruang Wali Kota Denpasar, Selasa (17/11/2015) 

TRIBUN- BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, AAN Rai Iswara terkesan tidak terima dengan pernyataan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otoda) Kementerina Dalam Negeri (Kemendagri), yang mengatakan Peraturan Wali Kota (Perwali) Denpasar tentang zonasi adalah salah.

Saking tidak terimanya, Rai Iswara mengaku siap debat terbuka dengan Dirjen Otoda Dr Soni Sumarsono dan semua pihak yang mengatakan Perwali  Zonasi Denpasar salah.

“Khusus untuk Perwali, ini adalah benar. Kalau ingin terbuka berbicara, sekda tolong diundang. Ayo kita dialog umum! Saya tantang Pak Dirjen (Otoda), saya tantang siapa yang mengatakan perwali ini salah?” ujar Rai Iswara dengan nada tegas saat dihubungi Tribun Bali via telepon, Jumat (3/6/2016), sembari mengungkap bahwa dirinya sangat dekat dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

(Kejaksaan dan BPK Diminta Menilai "Kasus" Dua Pejabat "Bodong" di Denpasar)

Menurut Rai Iswara, Dirjen Otoda telah mengatakan pada dirinya bahwa saking taatnya Wali Kota Denpasar Rai Mantra pada aturan, sehingga akhirnya malah membuat kekeliruan yang –menurut Rai Iswara-- sebetulnya tidak bisa dikatakan salah.

Sebab, Wali Kota hendak menaati peraturan daerah (perda).

“Sekali lagi tanggapan saya, bahwa Wali Kota kami sudah benar. Itu juga menurut kacamata dirjen. Malah terlalu baik Pak Wali Kota kan? Kan begitu kata beliau? Karena taat pada Perda (Perda RTRW Pemkot Denpasar),” jelas Rai Iswara.

Seperti diberitakan Tribun Bali kemarin, dalam pembukaan Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ke-12 di Sanur, Kamis (2/6/2016), Dirjen Otoda Soni Sumarsono menyentil Wali Kota Denpasar Rai Mantra terkait Perwali Zonasi.

Sumarsono menyebut perwali itu salah, dan kebijakan Gubernur Bali membatalkan perwali tersebut dinilainya sudah benar.

Sumarsono menjelaskan, urusan zonasi seharusnya tidak diatur dalam perwali, melainkan dalam perda.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved