Pembunuhan Ormas di Gianyar

Pastika Berikan SP 1 Untuk Ormas Baladika dan Laskar Bali

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengaku sudah mendengar masukan dari masyarakat.

Tribun Bali/Aloisius H Manggol
Sekjen Laskar Bali, Ketut Ismaya dan Sekum DPD Baladika Bali, Ketut Sukarta berpelukan sebagai tanda perdamaian kedua ormas di Polda Bali, Jumat (18/12/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengaku sudah mendengar masukan dari masyarakat.

Sehingga pihaknya sudah memberikan SP 1 kepada kedua ormas tersebut.

Selanjutnya jika dalam batas waktu tertentu tidak berubah,, akan diberikan SP 2 dan SP 3.

“Saya sudah keluarkan SP 1 kepada kedua ormas ini pada tanggal 4 Januari. Jika dalam 30 hari ada masalah lagi, maka saya akan keluarkan SP 2 dan SP 3 kepada ormas ini," jelas Pastika di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Denpasar, Bali, Minggu (5/6/2016).

Iapun mengatakan dua kelompok organisasi masyarakat terbesar di Bali, yakni Laskar Bali dan Baladika sudah terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik, Pemerintah Provinsi Bali.

Terkait pertikaian antar ormas yang terjadi beberapa waktu lalu, hingga terbunuhnya satu dari anggota ormas di Gianyar, pihaknya hanya bisa memberikan surat peringatan (SP).

Sebab membubarkan ormas hanya bisa melalui putusan Mahkamah Agung (MA).

“Kelompok ormas Laskar Bali dan Baladika sudah terdaftar di Kesbangpol hanya belum berbadan hukum di Kemenkumham. Makanya dibuatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Sedangkan bisa mencabut SKT dengan persetujuan MA,” jelasnya.

Ia pun mengatakan pembekuan ormas ini harus ada pendapat dan rekomendasi dari DPRD, Kejaksaan, dan Polda.

Meski begitu, pembubaran ormas ini bukan satu-satunya cara.

Karena mereka bisa tumbuh kembali berdasarkan UU berserikat dan berkumpul di Republik Indonesia.

Bahkan pemerintah berhak memberikan hibah kepada ormas-ormas ini.

“Begitu mereka berhentikan bikin lagi yang lain. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul dijamin oleh UU. Dan kalau terdaftar wajib bagi pemerintah membina, dan bahkan bisa dapat hibah,” jelasnya. (*)

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved