Wisatawan Terapung Di Tengah Laut Saat Ombak Di Pesisir Pantai Kuta Mengganas

Mereka bukanlah menikmati deburan ombak dalam permainan surfing, namun terjebak di tengah laut.

Wisatawan Terapung Di Tengah Laut Saat Ombak Di Pesisir Pantai Kuta Mengganas
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Ombak mengganas di Pantai Batu Bolong merusakkan empat warung patok di pantai itu, Senin (6/6/2016), pukul 09.00 Wita. 

Tuban Tergenang

Kerisauan Nyoman Dana kian tak terbendung tatkala menyaksikan fenomena alam naiknya air laut yang sempat membanjiri Jalan Raya By Pass Ngurah Rai, tepatnya di area Desa Tuban selama dua jam, pukul 11.00-13.00 Wita, Senin (6/6/2016).

Bagaimana tidak, pria paruh baya yang membuka usaha perlengkapan penjor berdekatan dengan area rob tersebut akhirnya harus menyaksikan kemacetan panjang dari arah Nusa Dua menuju Denpasar.

“Air naik kira-kira siang antara jam 11 sampai jam 13.00 siang, ya nggak usah ditanya akhirnya macet panjang,” ucap lelaki berambut panjang yang digelung rapi ke belakang itu.

Dana menuturkan, fenomena naiknya air laut ke jalan raya By Pass Ngurah Rai memang kerap kali terjadi di titik jalan raya By Pass Ngurah Rai, yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai.

Banjir air laut tersebut hanya dalam hitungan jam langsung menggenangi titik terendah di kawasan tersebut.

Akibatnya, arus kendaraan dari arah selatan kian padat dan sempat membuat kemacetan hingga mencapai pertigaan Jimbaran Square.

“Tadi banjirnya kurang lebih sedalam mata kaki orang dewasa sehingga macetnya sampai di Jimbaran Square sana,” katanya.

Tak hanya itu, pria asal Jimbaran tersebut juga sangat mengkhawatirkan tempat usahanya semakin terancam tenggelam oleh fenomena naiknya air laut.

Apalagi kalau rencana reklamasi Teluk Benoa benar-benar terlaksana.

“Kalau sekarang masih belum, tapi nanti kalau benar ada reklamasi, pasti tempat usaha saya kena banjir,” kata Dana.

Senada dengan Dana, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, menuturkan, selama kurang lebih dua jam, air laut sempat membanjiri jalanan dan berujung kemacetan.

“Tadi sempat macet, tapi setelah surut, jalanan lancar kembali,” katanya. (*) 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved