Breaking News:

Apa Itu Pecalang Inteligent Network?

Pecalang wajib melaporkan informasi yang dirasa genting dan sekiranya menjadi ancaman bagi kamtibmas di kemudian hari.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tiga orang Pecalang Desa Adat Kuta saat berpatroli di jalan Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar melakukan sinergi dengan desa pakraman dalam sebuah program terobosan bernama Pecalang Inteligent Network (PIN).

Polri dan pecalang akan bahu-membahu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui program ini.

Pecalang dibekali fungsi intelijen dan berjejaring bersama dengan kepolisian dalam mendeteksi isu-isu serta ancaman bagi kamtibmas.

Bertempat di Gedung Serba Guna Mapolresta Denpasar, puluhan pecalang dari desa pakraman yang ada di wilayah hukum Polresta Denpasar berkumpul pada Selasa (7/6/2016) siang.

Mereka dikumpulkan untuk mendapatkan pelatihan sekaligus menghadiri peresmian program PIN.

“Kepolisian melihat adanya potensi besar yang dimiliki oleh pecalang di Bali. Baik pecalang dan polisi sama-sama memiliki tugas menjaga keamanan di masyarakat. Oleh sebab itu, kepolisian akan bersanding dan bekerja sama dengan pecalang dalam program PIN ini. Nantinya pecalang akan berperan menyampaikan informasi terkait isu-isu Kamtibmas di desa mereka masing-masing. Ini merupakan sebuah program terobosan dari Satuan Intelkam,” kata Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana.

Pertemuan ini adalah yang pertama kalinya.

Menurut Artana, pecalang akan diberikan pelatihan sebagaimana tim intelijen kepolisian bergerak mengumpulkan informasi di masyarakat.

Menurut Artana, program PIN sudah disiapkan sedari jauh-jauh hari.

Ia menampik bahwa dibentuknya program ini lantaran insiden gangguan kamtibmas yang melibatkan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Bali akhir-akhir ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved