Yayasan Bangkitnya Hindu Bagikan Bansos di Banyuwangi
Keesokn harinya, Bangkitnya Hindu membagikan bansos pada Ibu Taniem janda yang ditinggalkan anak-anaknya.
Penulis: Ida A M Sadnyari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yayasan Bangkitnya Hindu melaksanakan Tri Hita Karana ke-13 pada Sabtu (28/5/2016) lalu.
Tim duta dharma berangkat beranggotakan 32 orang, ada yang mengendarai motor mau pun mobil.
Kegiatan ini menyasar Dusun Wonoasih Bumiharjo, Desa Sugih Waras, Kecamatan Glanmore Banyuwangi.
Kegiatan diawali dengan melukat dan melakukan persembahyangan di petirtaan.
Selanjutnya menuju Gumuk Kancil dan mekemit di Pura Giri Mulya.
Keesokn harinya, Bangkitnya Hindu membagikan bansos pada Ibu Taniem janda yang ditinggalkan anak-anaknya.
Bansos juga diberikan pada Ibu Leginem, perempuan yang kembali ke Hindu.
Mbah Lin, janda hidup sebatang kara yang kesehariannya membantu membuat sesajen dan memasak untuk umat Hindu dari Bali yang tangkil ke pura ini juga mendapatkan bansos.
“Kesannya penuh kenangan dan ada harapan mengulangi lagi,” ungkap Pendiri Yayasan Bangkitnya Hindu, Ajik Robert.
Tidak berhenti di stu, Tri Hita Karana ke-14 digelar dengan menyelenggarakan Sapuh Leger massal dihadiri ratusan umat dari berbagai wilayah di Bali pada Sabtu (4/6/2016) lalu.
Acara ini dipimpin oleh Ida Pandita Mpu Nabe Sri Rasta Jaya Kerti dan tiga sulinggih lainnya.
Sapuh Leger berlangsung di Pesraman Manik Geni, Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tri-hita-karana_20160609_164814.jpg)