Breaking News:

Berboncengan Tiga, Pria Ini Tak Sadarkan Diri Ditabrak Mobil Dinas Kesehatan Buleleng

Sementara Munawar mengalami luka dalam yang cukup parah di bagian kepala dan kaki kirinya patah.

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Rahmati (kanan) bersama bibinya saat merawat suaminya, Rahmat Faisal di UGD RSUD Buleleng, Selasa (14/6). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rahmawati (22) dengan telaten membersihkan luka-luka di kepala suaminya, Rahmat Faisal (30) yang terbaring lemas di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng, Bali, Selasa (14/6/2016) pagi.

Kondisi Faisal masih lemas dengan luka luar di sekujur kepala dan tangannya.

Sementara kaki kirinya dibalut perban diberikan kayu sebagai penyangga karena patah.

Bahkan dari hasil pemeriksaan dokter, bagian otaknya mengalami pendarahan.

Pria ini terluka usai sepeda motornya ditabrak mobil Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng berplat merah DK 1031 U yang dikemudikan Nyoman Yasa (53) di Jalan Singaraja-Denpasar Kilometer 9-10, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasad, Buleleng, Senin (13/6/2016) sekitar pukul 17.00 Wita.

“Kakinya patah, tangannya luka-luka, luka dalam kemungkinan di kepala ada pendarahan, kemarin sudah discan katanya ada pendarahan di kepala,” ujar Rahmawati.

Saat itu, Faisal yang berboncengan tiga dengan adiknya, Nasrib (24) dan mertuanya, Munawar (70) melaju dari arah utara menuju selatan mengendarai  sepeda motor Suzuki Satria DK 7512 VV.

Di saat bersamaan, mobil dinas berwarna putih itu melaju dari arah selatan menuju utara.

Saat melintas di jalan tikungan menurun, pengemudi tidak dapat mengendalikan laju mobilnya hingga oleng ke kanan.

Tabrakan pun tidak dapat terhindarkan, mobil itu menabrak sepeda motor dan selanjutnya menabrak tebing yang berada di kanan jalan.

Ketiga orang yang mengendarai sepeda motor langsung terkapar di jalan.

Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Buleleng.

Nasrib mengalami luka lecet di kepala dan pingganya.

Sementara Munawar mengalami luka dalam yang cukup parah di bagian kepala dan kaki kirinya patah.

Keduanya kini juga dirawat di RSUD Buleleng.

Bahkan Munawar kini masih belum sadarkan diri dan dirawat intensif.

Kasatlantas Polres Buleleng, AKP Gede Sumadra mengatakan, kecelakaan itu disebabkan karena kelalaian pengemudi mobil dinas yang tidak dapat mengendalikan kendaraannya.

I menduga pengemudi sedang mengantuk saat mengemudikan mobilnya.

“Penyebabnya karena kelalaian pengemudi mobil yang diduga mengantuk sehingga kendaraan oleng dan menabrak sepeda motor. Sekarang kami masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi dan olah TKP,” katanya.

Rahmawati mengatakan, ketika itu suaminya, Faisal dan adiknya, Nasrib pergi ke rumah mertuanya, Munawar menjemput mertuanya itu untuk diajak berbuka puasa bersama di rumahnya.

Saat kembali menuju rumahnya untuk berbuka, mereka berboncengan tiga dan terjadilah kecelakaan itu.

“Saya ketika itu siapkan untuk berbuka puasa, tetapi ditunggu kok nggak datang-datang, tiba-tiba dapat kabar kalau sudah di rumah sakit habis kecelakaan, saya langsung shock dan ke rumah sakit,” tuturnya.

“Tumben ini ngajak buka bareng, kan biasa pingin aja ngajak orangtua buka bareng pas puasa di rumah,” tambahnya.

Kini Rahmawati masih kebingungan untuk biaya rumah sakit suaminya itu.

Selama ini mereka tergolong keluarga tidak mampu, dan Faisal sehari-hari hanya bekerja serabutan untuk menafkahinya bersama anaknya, Adi Putra Pratama (4).

“Belum tahu untuk biaya rumah sakit, nggak tahu juga, urusan di polisi juga masih belum selesai,” katanya.

Bahkan menurutnya sampai kini belum ada satupun dari pihak Dinkes Buleleng yang menemuinya untuk bertanggungjawab.

“Belum ada sama sekali ke sini untuk ngobrol, inginnya kalau bisa ya adalah tanggungjawab untuk biaya rumah sakit. Biar bisa kembali bekerja untuk menfakahi keluarga,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved