Daripada Berkelahi Nyame Sendiri, Pastika Dukung Pembelajaran Senjata Bagi Baladika dan Laskar Bali
Jangan berkelahi dengan saudara, jangan semua saudara dianggap musuh
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika setuju terkait dengan rencana bela negara yang akan dilaksanakan oleh Kodam IX Udayana kepada dua ormas bersar di Bali yakni Baladika Bali dan Laskar Bali.
“Maksud dari Kodam bagus. Daripada berkelahi sama nyame (saudara) sendiri. Jangan berkelahi dengan saudara. Jangan semua saudara dianggap musuh,” jelas Pastika saat jumpa pers di Media Center PKB, Denpasar, Selasa (14/6).
Ia juga setuju terkait dengan pembelajaran persenjataan api dari aparat TNI.
(Pastika : Ormas Diberikan Bela Negara Biar Ga Jablai)
Dikatakannya Bela Negara menyangkut kemampuan untuk paham soal patriotisme.
“Boleh saja itu (soal senjata, red) itu teknis saja. Soal senjata, soal apa, bukan itu masalahnya. Persoalannya itu tadi patriotisme. Kalau belajar senjata 2 jam aja belajar pasti mengerti,” jelas mantan Kapolda Bali ini.
Ia menjelaskan bahwa jangan sampai warga negara tidak paham akan arti dari Pancasila.
Selain itu bagaimana sejarah bangsa dan bagaimana menafsirkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai kita tidak tahu Pancasila apa saja. Bhinneka Tunggal Ika itu lambangnya apa. Tau sejarah bangsa, bagaimana perjalanan bangsa sebelum tahun 45. Generasi sekarang sering kali salah menafsirkan. Jadi perlu ada bela negara agar ngerti sejarah bangsa sehingga siap untuk membela NKRI,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bubarkan-ormas_20160526_200726.jpg)