Komandan Penangkapan Tommy Soeharto dan Teroris Dr Azhari Jadi Calon Tunggal Kapolri
Dengan terpilihnya Tito sebagai Kapolri, maka Tito melangkahi lima angkatan seniornya
Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Tito Karnavian menjadi calon tunggal kapolri pengganti Jenderal Polisi Badrodin Haiti yang segera purnatugas.
(Ini Tanggapan Putu Leong Soal Calon Tunggal Kapolri, Tito Karnavian)
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi Sapto Pribowo membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengajukan surat permohonan persetujuan Calon Kapolri ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
(Terkait Pencalonan Tito, Ahok: Bintang Tiga ke Empat Layak Dong, Bintang Dua ke Empat Aja Layak!)
"Memang benar hari ini 15 Juni, Presiden menyampaikan surat permohonan persetujuan calon Kapolri kepada DPR. Sedang nama yang diajukan Presiden adalah Komjen Pol Tito Karnavian," ujar Johan lewat pesan singkatnya, Rabu (15/6/2016).
(VIDEO: Calon Kapolri Puji Ahok, Simak Pula Gaya Humor ‘Ala’ Komjen Tito Karnavian)
Seperti diketahui, Tito merupakan jenderal bintang tiga yang angkatannya paling muda yakni Akpol 87.
Dengan terpilihnya Tito sebagai Kapolri, maka Tito melangkahi lima angkatan seniornya.
(Sepak Terjang Calon Tunggal Kapolri Tito Karnavian)
Rekam jejak Komjen Tito di kepolisian pun patut diajungi jempol, berikut beberapa keberhasilannnya dalam bertugas:
Penangkapan Tommy Soeharto
Karier Tito dalam kepolisian cepat melesat berkat prestasi yang dicapainya. Tahun 2001, Tito yang memimpin Tim Kobra berhasil menangkap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra (mantan) Presiden Soeharto.
Berkat sukses menangkap Tommy, Tito termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa.
Densus 88
Tahun 2004, ketika Densus 88 Antiteror dibentuk untuk membongkar jaringan terorisme di Indonesia, Tito Karnavian yang saat itu menjabat Ajun Komisaris Besar (AKBP) memimpin tim yang terdiri dari 75 personel.
Unit antiteror ini dibentuk oleh Kapolda Metro Jaya (waktu itu) Irjen Firman Gani.
Penangkapan Dr Azhari
Tito juga termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa saat tergabung dalam tim Densus 88 Antiteror, yang melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, 9 November 2005.
Konflik Poso
Densus 88 Antiteror juga berhasil menangkap 19 dari 29 warga Poso yang masuk dalam DPO di Kecamatan Poso Kota, 2 Januari 2007.
Tito dan sejumlah perwira Polri lainnya juga sukses membongkar konflik Poso dan meringkus orang-orang yang terlibat di balik konflik tersebut.
Penangkapan Noordin M Top
Terbongkarnya jaringan terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, termasuk pengepungan teroris di Solo pada 17 September 2009 yang menewaskan empat orang, termasuk satu di antaranya Noordin Moch Top.
Kejeniusan Tito dalam mengendus keberadaan Noordin inilah yang membuat Tito Karnavian mendapat promosi kembali. Tito menjadi orang nomor satu di Densus 88, Detasemen Antiteror Mabes Polri.
Lima tahun lalu, Tito yang berpangkat AKBP juga memimpin unit kecil antiteror ini, yang kemudian berkembang menjadi detasemen khusus.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tito-karnavian_20160615_162354.jpg)