Tokoh Masyarakat Di Tempat Tinggal BW Akan Dipanggil Polisi

“Mereka mengetahui sesuatu tentang kejadian tersebut. Di antaranya adanya surat kaleng yang isinya ancaman,”

Tokoh Masyarakat Di Tempat Tinggal BW Akan Dipanggil Polisi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ketua KPPA Bali, Ni Nyoman Suparni (kiri), mendampingi BW (17), korban pencabulan oknum polisi, saat akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Bali, Denpasar, Selasa (14/6/2016). Korban bersama pendamping membawa sejumlah barang bukti. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kuasa Hukum BW, Siti Sapurah, menyebut kedua saksi korban memiliki peran penting untuk membuat kasus pencabulan yang diduga dilakukan Aiptu KA kepada mantan asisten rumah tangganya yang masih di bawah umur itu menjadi terang benderang.

“Mereka mengetahui sesuatu tentang kejadian tersebut. Di antaranya adanya surat kaleng yang isinya ancaman,” ujar Siti Sapurah, Kamis (16/6/2016).

Aktivis yang akrab dipanggil Ipung itu menambahkan, polisi masih mengembangkan kasus ini setelah memperoleh keterangan dari saksi-saksi yang diperiksa.

Ada beberapa yang akan dipanggil oleh polisi, di antaranya para tokoh masyarakat yang ada di Desa Seraya, Karangasem, Bali.

“Pengembangan kasus ini akan kembali memanggil beberapa tokoh masyarakat di desa korban, tentang menceritakan kisah pelaku dan korban yang diketahui,” tutur Ipung.

Sementara BW yang sebelumnya sudah divisum luar, Jumat (17/6/2016) hari ini, akan kembali menjalani visum dalam di RS Bhayangkara Trijata Polda Bali.

Selain visum, korban akan menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang Subdit IV/PPA, Ditreskrimum Polda Bali.

Saat diperiksa Selasa lalu, korban sempat histeris ketika menceritakan terkait proses awal ia mengalami pencabulan oleh Aiptu KA.

“Sebelumnya sudah di-BAP (berita acara pemeriksaan) dan belum selesai. Besok (hari ini, red) akan dilanjutkan visum dalam dan BAP lanjutan,” imbuh Ipung, yang sangat prihatin terhadap keadaan psikologis dari korban. (*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved