Breaking News:

Usai Ledakan, Korban Tewas Tergantung Dengan Luka Bakar Ditangannya di Buleleng

Saat itu tiba-tiba terdengar bunyi ledakan kecil dan percikan api

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/I Dewa Made Satya Parama
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pekerja teknisi listrik, Riyanto (32) tewas tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik di Jalan Arjuna, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Buleleng, Jumat (17/6/2016) sekitar pukul 11.30 Wita.

Ia tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum (RSU) Paramasidhi Singaraja.

Kapolsek Banjar, AKP AA Gede Sena mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi saat korban yang bekerja di perusahaan rekanan PLN, PT Deby Pratama bersama tiga temannya memeperbaiki kabel instalasi listrik di sepanjang jalan tersebut.

Korban yang tinggal sementara di Desa Tukadmungga, Buleleng ini ketika itu memperbaiki kabel di tiang listrik paling selatan.

Saat itu tiba-tiba terdengar bunyi ledakan kecil dan percikan api pada tiang yang diperbaiki korban.

Teman-temannya ketika itu sudah mendapati korban tergantung dalam keadaan pingsan di atas tiang listrik.

“Korban bersama teman-temannya kerja memperbaiki listrik, saat kerja sudah standar menggunakan peralatan kerja dan lainnya, tetapi tiba-tiba didengar oleh temannya ada ledakan kecil dan korban sudah tergantung di atas dalam keadaan pingsan dan luka bakar di tangan,” kata Sena.

Ketiga teman korban berusaha menolong dengan menurunkannya dari atas tiang.

Korban kemudian dibawa ke RSU Paramasidhi, tetapi dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Kemudian diturunkan sama teman-temannya, menurut keterangan tim medis meninggal saat sudah diturunkan dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.

Sena memastikan jika korban tewas karena tersengat listrik saat memperbaiki instalasi listrik.

Ia menduga ada unsur kelalaian yang berakibat kecelakaan saat bekerja.

Namun ia tidak berani memastikan adanya kelalaian dalam memberikan perlindungan keselamatan dari perusahaan yang memperkerjaan korban.

“Mungkin motifnya kelalaian. Sementara masih kita periksa beberapa saksi-saksi termasuk yang mempekerjakannya, kita masih lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dibalik tewasnya korban.

Di antaranya dengan memeriksan saksi-saksi termasuk pimpinan perusahaan yang mempekerjakan korban.

“Kita masih melakukan pemeriksaan olah TKP, kemudian pendalaman penyelidikan kasus tersebut untuk memastikan motifnya,” katanya.

Sementara itu, kini jenazah korban sudah diambil pihak keluarga dari rumah sakit untuk disemayamkan di daerah asalnya, Banyuwangi.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved