Keluarga Bocah SD yang Dicabuli Pamannya Terguncang, Malu Keluar Rumah

Ketika ditemui di rumahnya, dara kelas VI SD ini kerap murung dan mengurung diri di kamarnya seorang diri.

Keluarga Bocah SD yang Dicabuli Pamannya Terguncang, Malu Keluar Rumah
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bocah korban perkosaan pamannya diperiksa psikiater di RSDU Klungkung, Bali, Sabtu (18/6/2016) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - YY (12), gadis di bawah umur korban pencabulan yang diduga dilakukan pamannya, akhirnya mau melakukan pemeriksaan oleh ahli jiwa (psikiater) di RSUD Klungkung, Sabtu (18/5/2016) pagi, kendati dengan didampingi Nengah S, di sebuah Desa terpencil di Kecamatan Klungkung.

Tinggal di sebuah desa terpencil di Kecamatan Klungkung, YY diketahui saat ini masih dalam keadaan trauma atas tiga kali peristiwa pencabulan yang menimpanya, yang diduga dilakukan pamannya Nengah S.

Ketika ditemui di rumahnya, dara kelas VI SD ini kerap murung dan mengurung diri di kamarnya seorang diri.

Bahkan, YY sudah dua minggu tidak keluar rumah dan enggan bersekolah karena dicibir oleh warga sekitar tempat tinggalnya bersama orangtua. 

YY dijemput oleh rombongan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Klungkung di kediamannya kemarin sekitar pukul 07.45 Wita untuk pemeriksaan psikiatri.

Menurut penuturan ayah kandungnya, YY sempat menolak untuk diajak ke psikiater karena malu keluar rumah.

Namun, setelah berkali-kali dibujuk, akhirnya YY mau diperiksakan kondisinya ke psikiater.

YY didampingi pengurus P2TP2A Klungkung tiba di RSUD Klungkung sekitar pukul 08.30 Wita.
Tampak hadir Ketua P2TP2A Klungkung, Tjokorda Istri Raka yang langsung melakukan pendampingan terhadap korban, juga ayah kandung YY, I Wayan S.

Ketika tiba di RSUD Klungkung, wajah  YY ditutupi dengan selendang tipis berwarna merah.

Dengan tergesa-gesa, rombongan P2TP2A Klungkung langsung mengajak YY ke ruang Psikiatri RSUD Klungkung yang terletak di lantai 2.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved