Polisi Klungkung Perkosa Gadis 17 Tahun

Polres Klungkung Terkesan Tutupi Perkembangan Kasus pelecehan Anak Di Bawah Umur

Sepertinya prinsip menjadi pengayom masyarakat ini belum sepenuhnya diterapkan oleh personil Polres Klungkung.

Polres Klungkung Terkesan Tutupi Perkembangan Kasus pelecehan Anak Di Bawah Umur
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Personel Polres Klungkung dan PNS di lingkungan Polres Klungkung mendapat pembinaan rohani dan mental (Binrohtal ) di depan Mapolres Klungkung, Bali, Senin (20/6/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Personel Polres Klungkung dan PNS di lingkungan Polres Klungkung mendapat pembinaan rohani dan mental (Binrohtal ) di depan Mapolres Klungkung, Bali, Senin (20/6/2016).

Hal ini dilakukan untuk menghindari perbuatan tidak terpuji yang dilakukan Personil Polres Klungkung.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Polres Klungkung sempat digemparkan dengan pemberitaan oknum Polisi dari Polres Klungkung berinisial Aiptu KA telah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur berinisial BW.

Seluruh personil Polres Klungkung bersama dengan Waka Polres Klungkung Kompol. Negah Sadiarta SH.SiK, mendengarkan pencerahan dan siraman rohani, yang diberikan H. Yusuf Wahyudi, MA. 
 
Pada kesempatan tersebut, H. Yusup Wahyudi,  MA mengajak personil Polres Klungkung untuk menghindari perbuatan zina.

Ia memberikan nasihat kepada personil Polres Klungkung jika tidak ada kebahagiaan yang tidak dibangun oleh kebaikan.

Maka dari itu, ia diminta seluruh personil Polres Klungkung untuk selalu berbuat baik terhadap sesama, dan jangan suka menyakiti orang lain.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota dan membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif, agar tidak mudah tergoda untuk melakukan sesuatu yang dilarang agama manapun, yang dapat merugikan diri sendiri dan organisasi.

Selain itu, petugas kepolisian juga diharapkan untuk menjadi pengayom bagi masyarkat.

Namun, sepertinya prinsip menjadi pengayom masyarakat ini belum sepenuhnya diterapkan oleh personil Polres Klungkung.

Oknum polisi dari Kaur Bin Ops (KBO) unit Reskrim Polres Klungkung terkesan tidak transparan dan menutup-nutupi perkembangan kasus pelecehan seksual yang dialami YY (12), korban pelecehan dibawah umur yang diduga dilakukan pamannya sendiri.

KBO unit Reskrim Polres Klungkung tersebut tidak mempersilakan awak media untuk masuk ke areal unit reskrim Polres Klungkung.

Padahal, saat itu awak media hanya berada di lobi dan bermaksud untuk mencari informasi perkembangan kasus pelecehan seksual yang dialami dara kelas Vl SD ini.

Hal ini tentu bertolak belakang dengan komitmen Kapolres Klungkung, AKBP FX Arendra Wahyudi yang selalu transparan terhadap media dan selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved