Polisi Klungkung Perkosa Gadis 17 Tahun

Terkait Rudapaksa Berkali-Kali Gadis 17 Tahun, Aipda IKA Menyangkal Beberapa Pengakuan Korban

Pengakuan penyidikan terhadap tersangka merupakan bukti materi penyidikan yang tidak dapat diungkapkan ke publik

Terkait Rudapaksa Berkali-Kali Gadis 17 Tahun, Aipda IKA Menyangkal Beberapa Pengakuan Korban
Istimewa
Aiptu KA saat berada diamankan di ruang Provost Polres Klungkung, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali sudah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pencabulan BW (17), Aipda IKA (55). 

Seperti diketahui, gadis belia itu dicabuli Aipda IKA semenjak umur 12 tahun.

Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik dan sudah beberapa pernyataan yang dijadikan materi untuk BAP (Berkas Acara Perkara).

Akan tetapi, dalam pengakuannya ada beberapa pengakuan korban yang disangkal oleh tersangka.

"Ada beberapa yang disangkal. Tapi ada juga yang diakui. Itu kan sudah biasa dalam penyidikan," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Heri Wiyanto, Selasa (21/6/2016) kepada Tribun Bali.

Namun, Heri tidak mengurai apa saja yang disangkal atau diakui oleh tersangka.

Sebab, pengakuan penyidikan terhadap tersangka merupakan bukti materi penyidikan yang tidak dapat diungkapkan ke publik.

"Itu kan jadi materi penyidikan. Pastinya kami menyiapkan semuanya untuk mendakwa tersangka. Dan mengungkap bahwa memang Aipda IKA pelakunya," tutupnya.

Dalam hal ini, Aipda IKA dilaporkan atas pencabulan yang dilakukan terhadap BW semenjak berumur 12 tahun.

Kejadian yang diulang-ulang sejak BW masih menjadi pekerja di warungnya itu berlanjut hingga BW dewasa.

Tak kuasa menahan derita batin, BW pun melaporkan semua kebejatan tersangka ke polisi hingga akhirnya, Aipda IKA diseret ke jeruji besi. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved