51 Perbekel di Karangasem Dilantik, Ini Tugas Berat yang Menanti Mereka

Dalam pengelolaan dana desa, perlu saya tekankan untuk menjadi perhatian penting bagi pemerintah desa, mengingat kucuran dana yang diluncurkan besar.

51 Perbekel di Karangasem Dilantik, Ini Tugas Berat yang Menanti Mereka
istimewa
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri melantik 51 Perbekel pada puncak perayaan HUT Kota Amlapura ke-376, Rabu (22/6/2016). 

TRIBUN-BALI.com, AMLAPURA - Sejarah baru terukir pada malam puncak perayaan HUT Kota Amlapura ke-376, Rabu (22/6/2016).

Bertempat di Stadion Jalan Veteran Amlapura, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri melantik sebanyak 51 perbekel delapan kecamatan se-Kabupaten Karangasem, Bali, yang merupakan hasil dari pemilihan perbekel serentak di Kabupaten Karangasem, 29 April 2016 lalu.

Perbekel yang dipilih melalui pemilihan perbekel serentak Kabupaten Karangasem 2016 yang merupakan amanat Undang-Undang Desa terbaru beserta turunannya bahwa pemilihan perbekel dilaksanakan secara serentak di wilayah kabupaten pada hari yang sama, dan baru pertama Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar Pilkel serentak dan hasilnya telah terselenggara dengan baik, aman dan lancar.

"Hal ini hendaknya kita jadikan contoh sebagai cerminan kerjasama yang baik antara panitia kabupaten, BPD dengan panitia desa dan didukung oleh demokrasi yang telah berjalan dengan baik di tingkat desa,” ujar Bupati Mas Sumatri saat membuka acara pelantikan perbekel.

Bupati mengatakan kepada seluruh masyarakat Karangasem dan kepada para undangan yang hadir, selamat HUT Kota Amlapura yang ke-376 dan selamat kepada 51 perbekel terpilih se-Kabupaten Karangasem.

”Semoga momentum yang baik ini, dapat memberikan kita kekuatan dan semangat baru untuk melaksanakan tugas dan fungsi kita masing-masing, utamanya dalam membangun desa dan membangun Kabupaten Karangasem ke arah perubahan yang lebih baik,” katanya.

Bupati Mas Sumatri menegaskan, sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dimana paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan desa adalah membangun negeri dari pinggiran.

Desa telah diberikan kewenangan lebih untuk mengatur dan mengurus desa, khususnya yang terkait dengan kewenangan asal usul dan kewenangan lokal berskala desa serta pengelolaan keuangan desa.

”Dalam pengelolaan dana desa, perlu saya tekankan untuk menjadi perhatian penting bagi pemerintah desa, mengingat kucuran dana yang diluncurkan kepada desa cukup besar dan setiap tahun mengalami peningkatan. Sehingga salah satu solusi agar tata kelola dan administrasi keuangan desa lebih tertib dan berkualitas maka saya berharap Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) pada 75 desa se-Kabupaten Karangasem wajib dan harus dilaksanakan,”tegasnya.

Bupati pun tidak memungkiri bahwa, tanggungjawab menjadi Perbekel tentu mengemban tugas yang sangat berat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, lebih-lebih perubahan peraturan perundang-undangan tentang desa beserta turunannya demikian cepat dan benar-benar menguras tenaga dan pikiran untuk segera melaksanakan penyesuaian.

”Namun dengan komunikasi harmonis antara SKPD terkait, baik provinsi maupun kabupaten, dan lembaga yang ada di tingkat desa serta peran aktif masyarakat, saya kira tugas-tugas dan permasalahan saudara dapat teratasi,” ujarnya.

“Terakhir harapan saya kepada saudara perbekel, karena saudara telah dipercaya oleh masyarakat untuk mengemban tugas selaku perbekel, maka laksanakanlah tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya. Laksanakanlah hak dan kewajiban saudara secara seimbang, dengan mematuhi segala ketentuan dan menjauhi larangan yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan,” imbuhnya. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved