Indonesia Soccer Championship ISC B
Ini Reaksi Coach Indra Saat Pemainnya "Gagal" Paham Saat Latihan
Jelangng laga kontra Perseru pemain diminta Manfaatkan Ruang Kosong dan latihan Kombinasi Skill, Fisik, dan Logika Bermain
Penulis: Marianus Seran | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menggunakan formasi 4-3-3 para pemain harus mampu memanfaatkan lebar lapangan. Sisi kanan dan kiri pertahanan lawan harus dimanfaatkan untuk membuka peluang bagi striker.
Hal itu dinilai masih jadi kelemahan Bali United saat melakukan serangan ke pertahanan lawan. Bola yang dikuasai dari lini tengah hanya mentok menjadi peluang, tanpa berbuah menjadi gol.
Dalam sesi latihan di Lapangan Banteng Seminyak, Jumat (24/6/2016), penyerang sayap Yabes Roni menguasai bola di sisi kiri atau arah bola serangan mengarah ke sisi kiri.
Dia mencoba sedikit ke tengah untuk membuka ruang pertahanan. Menyerang lewat sayap sendiri dilakukan untuk menciptakan ruang kosong di area berlawanan.
Sayang, Yabes selalu gagal dalam melepas passing kena semprot Manager Coach Bali United, Indra Sjafri.
Indra Sjafri meminta pemain asal NTT ini untuk memanfaatkan celah sekecil apapun agar bek lawan bisa keluar dari sarangnya.
Terlebih bila bek lawan memiliki gaya bertahan yang bermain begitu rapat (narrow) saat bertahan.
Saat ini skuat Serdadu Tridatu mulai diasah untuk berlatih mengkombinasi skill, fisik, dan logika bertanding. Dalam sesi ini, Manager Coach Indra Sjafri tak pernah main-main.
Saat berlatih di Lapangan Banteng Seminyak, beberapa kali Indra Sjafri harus mengeluarkan suara lantang akibat pasukannya tidak memahami hal sederhana di lapangan.
"Manfaatkan ruang terbuka, dribbling saat ada ruang. Passing itu tunggu saat lawan mendekat," kata Indra Sjafri kepada Yabes Roni di lapangan, Jumat (24/6/2016).
Meski sedikit ruang, hal itu menjadi sangat penting dalam setiap pertandingan. Pemain harus mampu membuka ruang saat membangun serangan.
Ruang bisa terbuka saat para gelandang dan penyerang sayap mampu menarik pemain bertahan lawan ke lini tengah saat menguasai bola.
Sejauh ini, Serdadu Tridatu hanya mampu mendominasi penguasaan bola di area tengah lapangan, namun saat mendekati area bertahan kerap kehilangan bola.
Hal itu dinilai Indra Sjafri sebagai faktor lemahnya produktivitas gol bagi Bali United. Pemain sayap dinilai kurang bisa menarik bek lawan untuk keluar dari sarangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bup-madura-yabes-20062016_20160620_233856.jpg)