Music Zone
Ake Buleleng Ciptakan Lagu Megoak-goakan Untuk Promosi
Unit pop asal Bali Utara ini baru saja lahir di industri musik Bali.
Penulis: Cisilia Agustina. S | Editor: Irma Yudistirani
Hey teruna Buleleng, Mai megoak goakan, Dini mebaris saling gisangin, Saling jaga ajak mekejang
Ake ne dadi goakne, Cai ne nyage taluhne, Melahang nyage, pang sing dakepe, Suryak suryakang pade girang
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penggalan lirik tersebut berasal dari satu lagu berjudul Megoak-goakan dari band yang menamai diri mereka Ake Buleleng.
Unit pop asal Bali Utara ini baru saja lahir di industri musik Bali.
Menekuni aliran pop, band yang terdiri dari tujuh orang personel ini hadir menyuguhkan lagu-lagu berbahasa Bali, khususnya menceritakan tentang tanah asal mereka, Buleleng.
"Seperti lagu Megoak-goakan yang menceritakan permainan khas Buleleng. Kami ingin mengangkat Buleleng lewat lagu. Harapannya eksis dan bisa promosikan Buleleng dengan cara kami," ujar Gde Kurniawan, sang gitaris kepada Tribun Bali.
Spirit ke-Buleleng-an menjadi inspirasi dan latar belakang band ini untuk menentukan konsep berkarya.
Dengan bahasa Bali keseharian, lugas, tegas, bahkan terdengar sedikit keras, namun itulah bahasa persahabatan yang bagi mereka adalah sebuah hal positif yang perlu dipertahankan, disamping juga mengangkat tema sosial dan tradisi.
Lagu Megoak-goakan sendiri baru satu di antara sekian lagu yang akan digarap menjadi album perdana dari Ake Buleleng.
Album bertajuk Yuk ke Buleleng yang telah digarap sejak Maret 2016 ini rencananya akan rampung dan siap dirilis Agustus 2016 mendatang.
"Sudah 80%. Targetnya awal Agustus mendatang bisa dirilis," tambahnya.
Rencananya album ini akan berisi delapan lagu karya Gde Kurniawan dan satu bonus track karya Andik.
Beberapa judul antara lain Sing Peduli, Megoak-goakan, Sahabatku Made, Melajah Sabar, Tusing Dadi Sombong dan materi yang lainnya sedang dalam proses.
"Semoga prosesnya lancar, astungkara diberi kemudahan dan harapan terbesar kami adalah menunjukan eksistensi di dunia musik Bali, dan tentunya memberi energi baru di industri musik Bali dan Buleleng khususnya," tambah Gde.
Bagi band yang juga memiliki arti nama Aku Buleleng ini, musik tidak hanya sebuah karya, namun ada banyak nilai kebersamaan di dalamnya.
Meskipun Ake Buleleng terbilang masih sangat baru, di industri musik Bali, namun perjalanan para personelnya sudah melalui proses yang panjang di dunia musik Bali.
Beberapa personel bisa dibilang sudah kenyang pengalaman, baik itu sebagai musisi café, vokalis band indie, composer, bahkan ada juga yang dulunya rocker sekarang lebih aktif dengan kesibukan yang lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ake-buleleng_20160626_101046.jpg)