Polisi Bidik Produsen Jus Magic Mushroom di Kuta, Dilarang Beredar!

Tak perlu waktu lama, dua pria bertato di lengannya ini pun digiring ke Polresta Denpasar.

Polisi Bidik Produsen Jus Magic Mushroom di Kuta, Dilarang Beredar!
Tribun Bali/Rizal Fanany
Wakapolresta AKBP I Nyoman Artana menunjukkan barang bukti magic mushroom saat rilis di Polresta Denpasar, Selasa (28/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keasyikan NS (40) dan KW (35) saat memproduksi jus magic mushroom pun bubar, tatkala petugas kepolisian menggerebek kediaman mereka di Jalan Kuta Teater, Banjar Temacun Kuta, Badung, Selasa (28/6/2016).

Tak perlu waktu lama, dua pria bertato di lengannya ini pun digiring ke Polresta Denpasar.

Sebanyak 5 kotak ukuran sedang penuh berisi mushroom disita.

“Kami mengamankan kedua tersangka di seputaran Kuta Theater. Saat itu kedua pelaku sedang melakukan aktivitas penjualan magic mushroom. Keduanya mengaku sudah menjual minuman itu sejak tahun 2013 lalu," ucap Wakapolresta Denpasar, AKBP I Nyoman Artana didampingi Kasat Narkoba Polresta Denpasar, Kompol I Gede Ganefo.

Menurut Artana, penangkapan kedua tersangka pengedar dan penyedia minuman jus magic mushroom ini merupakan kali pertama di Polresta Denpasar, sejak mushroom secara resmi dilarang per 1 Januari 2015 lalu.

"Kebanyakan yang membeli adalah wisatawan mancanegara. Minuman-minuman itu dikemas dalam ukuran gelas atau botol. Harganya bervariasi, antara Rp 15 ribu-Rp 25 ribu per botol,” ucap Artana.

Beberapa menit sebelum polisi melakukan penggerebekan, NS dan KW tampak sibuk memindahkan dua kotak penyimpanan berukuran besar berisi jamur-jamur berukuran kecil.

Kotak-kotak tersebut diambil dari sebuah lemari pendingin berukuran besar.

Kemudian mengambil sejumput jamur dan memasukkan ke dalam blender.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved