Kuasa Hukum Sebut WNA Australia Tak Lakukan Pencabulan Kepada Lima Anak Bali

Terdakwa mengaku jika motif terdakwa adalah untuk menyenangkan anak-anak tersebut dengan cara memandikan para korban

Kuasa Hukum Sebut WNA Australia Tak Lakukan Pencabulan Kepada Lima Anak Bali
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Robert menggunakan rompi baju tahanan Kejaksaan keluar dari tahanan PN Denpasar menuju ruang sidang, Kamis (30/6/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kuasa Hukum Robert Andrew Fiddes Ellis (70), Benny Haryono menyatakan dalam persidangan terbukti kliennya tidak melakukan pencabulan terhadap para korban.

Sebab, terdakwa asal Australia itu tidak memegang alat vital para korban. Hanya memegang dubur korban dengan tangan, namun tidak lebih dari itu.

"Tidak memegang, hanya sempat memegang anus korban. Dan dari unsur kesengajaan‎ dijelaskan bahwa terdakwa sendiri tidak dengan sengaja," ucapnya, Kamis (30/6/2016).

Sedangkan untuk motif sendiri, terdakwa mengaku jika motif terdakwa adalah untuk menyenangkan anak-anak tersebut dengan cara memandikan para korban.

Robert tidak punya niat untuk melakukan tindak pidana pencabulan mencoba memandikan saja. 

"Dalam hal itu Robert spontan memegang anus. ‎Dan diakui oleh korban, kemaluan korban tidak disentuh sama sekali," ungkapnya.

Salah satu saksi korban berinisial D yang saat itu sedang menggunakan pakaian dalam pun mengakui tidak telanjang bulat atau ditelanjangi.

"Keterangan para korban tidak dipaksa untuk niat pencabulan. Dan memang tidak ada niat pencabulan. Sehingga ‎ dalam persidangan berikutnya, dilihat saja atas unsur-unsur penuntut umum," ujarnya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved