Hindari Ingkel Wong, Besok Penguburan Sederhana Jasad Bayi Tanpa Anus

Sujana bercerita, prosesi penguburan anaknya akan dilakukan sesederhana mungkin.

Hindari Ingkel Wong, Besok Penguburan Sederhana Jasad Bayi Tanpa Anus
Tribun Bali/Saiful Rohim
Keluarga Sujana mempersiapkan banten untuk penguburan anaknya di rumahnya di Banjar Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Minggu (3/7/2016). Bantuan mulai mengalir kepada keluarga Sujana yang kehilangan anaknya 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - I Wayan Sujana (45) dan istrinya Ni Wayan Sari (40) terpaksa membawa pulang jenazah bayinya dengan naik sepeda motor dari RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, ke rumah mereka di Karangasem pada Sabtu (2/7/2016) sore.

(Simpati Terus Mengalir, Bantuan Lunasi Tunggakan RS dan Penguburan Bayi Tanpa Anus)

Sujana bercerita, prosesi penguburan anaknya akan dilakukan sesederhana mungkin.

(Mukjizat, Dirut Sanglah Bebaskan Utang Orangtua Bayi Tanpa Anus Ini)

Bahan-bahan untuk bebantenan diambil dari kebun.

Peralatan untuk penguburan dibentuk sesederhana mungkin.

Selain karena agak susah memperoleh bahan langsung jadi, Sujana juga mempertimbangkan faktor dana.

"Lagipula, jarak dari rumah saya ke pasar, jauh. Sampai puluhan kilometer, dan jalannya berliku-liku serta menanjak," jelas Sujana yang rumahnya tampak sangat sederhana di bawah kaki Gunung Agung.

Rencananya, penguburan dilakukan tanggal 5 Juli nanti (bukan tanggal 3 Juli seperti berita Tribun Bali sebelumnya).

Alasannya, 3 Juli kemarin memasuki ingkel wong, dan desa adat melarang penguburan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved