Simpati Terus Mengalir, Bantuan Lunasi Tunggakan RS dan Penguburan Bayi Tanpa Anus

Apalagi, mereka masih berutang hampir Rp 8 juta kepada RSUP Sanglah untuk biaya pengobatan dan perawatan anaknya selama sekitar dua bulan

Simpati Terus Mengalir, Bantuan Lunasi Tunggakan RS dan Penguburan Bayi Tanpa Anus
Tribun Bali/Saiful Rohim
Keluarga Sujana mempersiapkan banten untuk penguburan anaknya di rumahnya di Banjar Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Minggu (3/7/2016). Bantuan mulai mengalir kepada keluarga Sujana yang kehilangan anaknya 

Biaya perawatan selama di rumah sakit juga diusahakan oleh Sujana dan istrinya dari pinjam tetangga kanan-kiri, karena mereka tergolong keluarga miskin.

Bayi kelahiran 20 Mei 2016 yang belum diberi nama itu, meninggal dunia setelah dua bulan menjalani perawatan akibat kelainan bawaan, yakni tidak memiliki lubang anus.

Karena masih menunggak biaya rumah sakit sebesar Rp 8 juta, pihak RSUP Sanglah menahan KTP Sujana.

Pihak RSUP memberi batas waktu sampai 11 Juli bagi Sujana untuk melunasi utang biaya perawatan, dan KTP tetap ditahan jika belum ada pelunasan.

“Uang bantuan sudah kami pakai untuk beli perlengkapan persiapan penguburan anak kami, yang rencananya 5 Juli nanti. Ada juga tadi bantuan dari petugas Kecamatan Bebandem," ucap Sujana, yang sehari-hari bekerja sebagai petani bambu.

Berita di Tribun Bali tentang kematian anak Sujana yang jasadnya dibawa pulang dengan naik motor itu, ternyata juga mendatangkan simpati Wakil Gubernur (Wagub) Bali Ketut Sudikerta.

Menurut informasi yang diterima Tribun Bali dari Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya, Wagub Sudikerta akan melunasi utang Sujana kepada pihak RSUP Sanglah.

“Begitu informasi yang sampai ke saya,” kata Suarjaya melalui telepon kepada Tribun Bali kemarin.

Seorang pengusaha properti yang tergerak setelah membaca berita tentang bayinya Sujana di Tribun Bali, juga mengutarakan niatnya untuk membantu pelunasan tunggakan biaya rumah sakit Sujana.

Kepada Tribun Bali, pengusaha itu mengaku sebetulnya pelunasan bisa dilakukan sesegera mungkin.

Halaman
123
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved