Simpati Terus Mengalir, Bantuan Lunasi Tunggakan RS dan Penguburan Bayi Tanpa Anus

Apalagi, mereka masih berutang hampir Rp 8 juta kepada RSUP Sanglah untuk biaya pengobatan dan perawatan anaknya selama sekitar dua bulan

Simpati Terus Mengalir, Bantuan Lunasi Tunggakan RS dan Penguburan Bayi Tanpa Anus
Tribun Bali/Saiful Rohim
Keluarga Sujana mempersiapkan banten untuk penguburan anaknya di rumahnya di Banjar Yeh Kori, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Minggu (3/7/2016). Bantuan mulai mengalir kepada keluarga Sujana yang kehilangan anaknya 

Namun, karena masih harus menunggu Sujana yang sibuk dengan urusan penguburan anaknya di Karangasem, pelunasan akan dilakukan seusai urusan Sujana tuntas.

Kemungkinan pada 11 Juli nanti sesuai batas akhir pelunasan yang diberikan pihak RSUP Sanglah.

“Ini murni untuk membantu meringankan sesama nyama Bali. Saya ikhlas,” kata pengusaha asal Tabanan itu kepada Tribun Bali kemarin.

Sujana dan istrinya Ni Wayan Sari telah mengikhlaskan kepergian bayinya, termasuk dia rela telah membawa pulang jenazah bayinya itu pakai sepeda motor.

Bagi Sujana, bantuan dari masyarakat untuk lunasi tunggakan biaya rumah sakit dan meringankan beban biaya penguburan bayinya, sudah sangat disyukurinya.

Ia pun tak menyangka bahwa bantuan berdatangan. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved