Pesta Kesenian Bali
Penikmat Seni di PKB Masih Ramai, Penampilan Parade Topeng Panca Memukau
Tampak seluruh tempat duduk penuh dipadati oleh ratusan penonton. Ada yang bersama rekan-rekannya, ada pula bersama keluarga mereka.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Kander Turnip
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 tinggal beberapa hari lagi. Namun antusiasme masyarakat masih terlihat, Selasa (5/7/2016).
Masyarakat penikmat seni dari berbagai daerah di Bali tampak tumpah ruah di sejumlah kalangan yang ada di Taman Budaya Art Centre, Denpasar, Bali.
Seperti pada pementasan Parade Topeng Panca dari Banjar Medahan, Desa Medahan, Kabupaten Gianyar, Bali, yang tampil pukul 14.00 Wita di Kalangan Ratna Kanda, Art Centre, Denpasar.
Tampak seluruh tempat duduk penuh dipadati oleh ratusan penonton.
Ada yang bersama rekan-rekannya, ada pula bersama keluarga mereka.
Penonton tidak saja dari kalangan lokal, namun juga turis dari mancanegara.
Mereka begitu antusias terlihat, sembari memotret-motret sejumlah momen pementasan topeng tersebut.
Parade Topeng Panca bertajuk "Kiai Nyapnyap" yang dimainkan oleh Sanggar Bajra Murti ini disaksikan oleh tiga pengamat seni.
Diceritakan dalam sinopsi parade tersebut, Kiai Dimade menjadi Raja Bali, bergelar Kiai I Gusti Agung Maruti, menggantikan Raja Bali, Sri Aji Dalem Di Made, dengan patihnya yakni I gusti Lert Prenawa, I Gusti Batu Lepang, dan Gusti Nyapnyap.
Sang raja Bali merasa tidak sedih. Patih Nyapnyap Tak pernah datang ke puri. Padahal mereka merasa tidak ada masalah satu sama lain.
Raja pun mengutus patih Lert Prenawa mengutus untuk menemui Kiaki Nyapnyap ke Karang Kepatihan.
Kiai Nyapnyap pun akhirnya datang ke Puri menghadap sang Raja. Kiai Nyapnyap mengatakan dia tetap bakti kepada rajanya.
Dia sebetulnya sedih karena tidak punya keturunan yang nantinya tidak ada yang melanjutkan bakti kepada raja.
Mendengar penuturan seperti itu, raja berkenan memberikan salah satu istri simpanannya yang hamil, I Gusti Ayu Mambang kepada I Gusti Nyapnyap.
Akhirnya dari sekarang sampai keturunan akan selalu ingat dan bakti sampai keturunannya nanti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/parade-topeng-panca-dari-gianyar-di-pkb_20160705_223722.jpg)