Kasihan, Pasien Berjubel di RSUD Klungkung, Dokter Minim Saat Liburan

Ini problem yang harus kita pecahkan bersama. Kasihan para pasien berjubel seperti ini tidak bisa tersalurkan.

Kasihan, Pasien Berjubel di RSUD Klungkung, Dokter Minim Saat Liburan
Humas Pemprov Bali
Gubernur Bali Made Mangku Pastika melakukan sidak ke RSUD Klungkung, Kamis (7/7/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Menumpuknya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung pada saat liburan panjang hari raya Idul Fitri menjadi perhatian serius Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melakukan sidak ke rumah sakit tersebut Kamis (7/7/2016).

Pastika mendapati pasien yang masuk ke rumah sakit tersebut hanya bisa ditangani di Unit Gawat Darurat (UGD) karena aktivitas poliklinik yang tutup selama libur panjang ini.

“Ini problem yang harus kita pecahkan bersama. Kasihan para pasien berjubel seperti ini tidak bisa tersalurkan,” katanya.

Tidak hanya itu Pastika yang diterima oleh perwakilan RSUD Klungkung, Kepala Bidang Pelayanan, dr Ida Ayu Megawati, di lokasi, juga menyoroti tidak adanya dokter spesialis yang bertugas selama libur berlangung, sedangkan di UGD rumah sakit tersebut hanya bertugas 3 orang dokter.

Menurutnya, hal ini sangat kontra produktif dengan kondisi saat ini, di mana masih banyaknya dokter jebolan Fakultas Kedokteran yang menganggur dan mengantre untuk bisa ikut program wajib internship pascalulus dari Fakultas Kedokteran.

“Seharusnya bisa kita manfaatkan para dokter internship lebih banyak, khususnya pada saat libur seperti ini, sehinga tidak kewalahan. Kasihan para pasien, apalagi RS Klungkung pasiennya tidak saja berasal dari Klungkung, tapi juga sebagian ada dari Karangasem,” ujarnya.

Usai meninjau RS Klungkung, Pastika yang didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra juga meninjau Puskesmas Banjarangkan II di Dusun Banda, Takmung, Banjarangkan Klungkung.

Puskesmas yang menyediakan rawat inap ini tetap buka dan menerima pasien rawat inap yang mayoritas adalah ibu yang melakukan persalinan.

Pada kesempatan itu Pastika juga berdialog dengan dokter Krisna Yoga Pratama, yang merupakan dokter internship di Pukesmas tersebut.

Krisna membenarkan masih terbatasnya jumlah lulusan Fakultas Kedokteran yang kesempatan internship di Bali.

“Untuk pembukaannya baru bulan November, sedangkan kelulusannya sudah bulan Mei dan jumlahnya terbatas di Bali. Kecuali mau ikut yang di luar Bali,” ujarnya.

Krisna juga menambahkan tidak jarang terjadi kekosongan dokter internship di Pukesmas saat proses rekrutmennya belum kelar.

Menanggapi ini Pastika menekankan pentingnya manajemen personel ke depannya.

“Ke depan kondisi seperti ini harus diperhitungkan,” katanya.

Pastika juga meninjau poses pelayanan dan berdialog dengan sejumlah pasien yang tengah dirawat inap di Puskesmas tersebut. (*)

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved