Breaking News:

Pesta Kesenian Bali

Tabuh Pusuh Biu Buka Pementasan Tabuh dan Tari Klasik di PKB

Sebanyak 40 penabuh mengenakan kamen (kain) motif kotak, lengkap dengan destar putih yang melingkar di atas kepala.

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Made Cintya Dewi
Tabuh Pusuh Biu sebagai pembuka pementasan tabuh dan tari klasik yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari dan Tabuh Sekar Sandat, dalam Pesta Kesenian Bali ke-38 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Bali, Kamis (7/7/2016). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Made Cintya Dewi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR-Tabuh Pusuh Biu sebagai pembuka pementasan tabuh dan tari klasik yang dipersembahkan oleh Sanggar Tari dan Tabuh Sekar Sandat, dalam Pesta Kesenian Bali ke-38 di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Bali, Kamis (7/7/2016).

Sebanyak 40 penabuh mengenakan kamen (kain) motif kotak, lengkap dengan destar putih yang melingkar di atas kepala.

Para penabuh sangat kompak tatkala memainkan gemelan. 

Rajutan musikal Prakempan Jagat dengan struktur karawitan yang berpijak pada konsep "Tri Angga" (Ulu, Madya, Teben) sebagai dasar konsekrasi dari seniman terdahulu untuk menuangkan ide serta gagasannya di dalam berkarya.

Pusuh Biu merupakan karya tabuh yang monumental, memberikan syarat pemaknaan dari kehidupan ini.

"Seperti halnya pohon pisang dia tidak akan mati sebelum berbuah. Demikian juga dalam berkesenian, janganlah berhenti berkarya. Apabila karya seni itu belum mampu memberikan kontribusi terhadap pikiran, perkataan dan perbuatan," ujar A A Supartama. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved