Fasilitas Umum di Klotok Rusak Parah, Pengunjung Jarang Datang

Kerusakan membentang dari barat ke timur bibir pantai.

Fasilitas Umum di Klotok Rusak Parah, Pengunjung Jarang Datang
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Fasilitas umum seperti trotoar di Pantai Klotok mengalami kerusakan parah akibat terjangan gelombang. Akibat kondisi ini, pengunjung di Klotok relatif sepi. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA -  I Ketut Rengkug, warga Tojan Klungkung, Bali hanya bisa mengeluh dengan kondisi Pantai Klotok pasca terjangan gelombang tinggi beberapa waktu lalu.

Warga Desa Tojan Klungkung ini sangat menyayangkan fasilitas umum seperti trotoar di Pantai Klotok yang hancur akibat terjangan gelombang tinggi.

Akibat kerusakan tersebut, pantai Klotok yang terkenal dengan pasirnya yang hitam dan mengkilap, kini sepi pengunjung.

Tidak banyak lagi warga yang menghabiskan waktu sorenya untuk sekedar berolahraga ataupun menikmati sunset di Pantai Klotok.

"Kalau terus sepi seperti ini kondisinya, saya khawatir warung saya bisa gulung tikar. Biasanya dulu disini ramai sekali setiap sore, kalau sekarang paling banyak 10 orang," Keluh Ketut Rengkug, Pria paruh baya yang membuka warung makanan di sekitar Pantai Watu Klotok.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali, trotoar di Pantai Klotok yang biasanya dimanfaatkan warga sebagai jogging track mengalami kerusakan parah sepanjang sekitar 100 meter.

Kerusakan membentang dari barat ke timur bibir pantai.

Bahkan, paving blok trotoar berwarna merah, dengan ukuran sekitar 40 cm× 60 cm tampak terlepas dari rangkaiannya dan berserakan di sekitar bibir pantai akibat dasyatnya terjangan gelombang sejak 2 minggu lalu.

"Saya harap pemerintah segera membenahi. Kembali membuat pantai ini bagus sehingga pengunjungnya bisa ramai kembali," harap Rengkug.

Kadis PU Klungkung, I Gusti Supartana ketika dikonfimasi terkait hal ini, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Balai wilayah sungai Bali-Nusa Penida untuk segera memperbaiki kerusakan trotoar tersebut.

"Trotoar itu memang rusak akibat gelombang tinggi, dan kewenangannya ada di Balai wilayah sungai Bali-Nusa Penida. Namun, saya sudah laporkan kerusakan ini, semoga bisa cepat dibenahi," Jelas Supartana, Jumat (8/7/2016). (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved