Bau Cat Bercampur Bau Obat Menyeruak Ketika Memasuki IGD RSUP Sanglah
Beberapa orang baik pengunjung atau tim medis yang lalu lalang di dalam IGD juga sempat menutup hidung dengan tangan
Laporan Wartawan Tribun Bali / Sarah Vanessa Bona
TRIBUN-BALI.COM - Pagi tadi tampak sejumlah pekerja sedang mengecat beberapa tembok, plafon, dan pintu di ruang IGD RSUP Sanglah, Sabtu (9/7/2016).
Pintu masuk IGD yang biasanya tertutup rapat kini dibiarkan terbuka lebar.
Secarik kertas bertuliskan "maaf hati-hati cat basah" juga sempat tertempel di pintu masuk IGD yang masih basah oleh cat.
Petugas keamanan yang bertugas juga sempat mengingatkan pengunjung yang akan masuk ke dalam IGD agar tidak terkena tinta cat yang masih basah.
Aroma cat dan aroma obat-obatan khas rumah sakit bercampur jadi satu dan merebak di dalam ruang IGD.
Beberapa orang baik pengunjung atau tim medis yang lalu lalang di dalam IGD juga sempat menutup hidung dengan tangan mereka saat mencium bau cat yang bercampur dengan bau obat tersebut.
Beruntungnya hari itu IGD tak menerima banyak pasien sehingga ruangan tampak lapang dan renovasi tersebut tidak mengganggu kenyamanan pasien dan tim medis di dalam ruangan.
Kepala Humas RS Sanglah, Putu Putra Wisada, menjelaskan perbaikan atau renovasi harus dilakukan sebagai persyaratan pelayanan IRD dan JCI (Joint Commission Internasional).
Tak hanya berupa renovasi di IGD, persyaratan pelayanan IRD dan JCI lainnya meliputi pembuatan sekat-sekat antara pasien satu dengan pasien lainnya,jalur jalan kaki khusus untuk pasien, jalur khusus pasien dengan kendaraan, dan masih banyak lagi.
Perbaikan atau renovasi tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan tim medis dan pasien di dalam IGD namun gangguan tersebut akan berusaha diminimalisir oleh manajemen RS.
"Semua perbaikan agar menjadi lebih baik. Selama renovasi berjalan, kami belum menerima keluhan atau pengaduan," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/igd-sanglah_20160709_171245.jpg)